Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengalami kendala dalam perjalanannya ke Kalimantan Barat pada Kamis (3/9/2026) akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat bersamaan, Aliansi Mahasiswa Kalbar melaksanakan aksi unjuk rasa di Bundaran Supadio untuk menyampaikan tuntutan terkait penanganan karhutla yang terjadi di kawasan tersebut.
Penerbangan Raja Juli Antoni terpaksa dibatalkan karena jarak pandang di sekitar Bandara Supadio hanya mencapai 100 meter. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan ini, penerbangan mengumumkan bahwa kunjungan Menhut ke Kalbar harus ditunda.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengungkapkan, “Di tempat kita ini Beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing,” saat memberi keterangan kepada media di Pontianak.
Keterlambatan kedatangan Menteri Kehutanan terjadi pada saat mahasiswa tengah memperjuangkan hak mereka untuk mengkritik penanganan isu karhutla yang melanda Kalimantan dan Sumatera.
Aliansi Mahasiswa Kalbar melaksanakan aksi di Bundaran Supadio, Kubu Raya, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI AD. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengajukan beberapa tuntutan, termasuk permintaan kepada pemerintah untuk menetapkan karhutla di Kalimantan dan Sumatera sebagai bencana nasional.
Selain itu, mereka mendesak adanya solusi mitigasi karhutla yang berkelanjutan. Mahasiswa juga meminta agar dugaan keterlibatan perusahaan dalam kebakaran lahan diusut tuntas.
Mahasiswa menilai kunjungan Menteri Kehutanan ke Kalimantan Barat seharusnya tidak sekadar bersifat seremonial. Mereka berharap kehadiran pemerintah pusat dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menangani masalah kabut asap yang terus berulang.
Ironisnya, saat mahasiswa menanti kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, rombongan Menteri Kehutanan masih terhalang oleh kabut asap yang membuat penerbangan terganggu.
Krisantus menyatakan bahwa jika kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, Raja Juli masih berupaya untuk datang ke Kalbar dan melaksanakan agenda yang telah disusun. Namun, jika tidak memungkinkan, kunjungan tersebut akan dijadwalkan kembali paling lambat pada hari berikutnya.
Dalam rencana awal, Menteri Kehutanan dijadwalkan untuk meninjau tiga lokasi yang terdampak karhutla, yaitu kawasan Limbung, sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya. Setelah peninjauan, agenda akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai bantuan peralatan untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran, termasuk pompa air serta perlengkapan lainnya. Bantuan tersebut juga mencakup makanan, minuman, obat-obatan, dan masker untuk masyarakat yang terdampak.
Di sisi lain, Krisantus mengungkapkan bahwa tindakan tegas terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam masalah karhutla bukanlah hal baru di Kalimantan Barat. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sejumlah perusahaan telah ditindak, bahkan beberapa di antaranya berujung pada pencabutan izin usaha.
“Sudah pernah. Tahun 2019 juga banyak yang sudah kita tindaklanjuti, sampai pencabutan izin,” ujarnya menekankan bahwa langkah-langkah penegakan hukum telah diambil sebelumnya.
Kondisi kabut asap yang menghalangi pendaratan pesawat Menteri Kehutanan menjadi gambaran serius mengenai dampak karhutla di Kalimantan Barat. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi mobilitas udara serta rencana pemerintah untuk melakukan penanganan langsung di lapangan.



Komentar