Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa transformasi digital memainkan peran vital dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif. Pernyataan ini disampaikan dalam acara “Sumedang Go Digital” yang berlangsung di Sumedang Creative Center, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (4/8/2026).
Inisiatif peningkatan kapasitas SDM yang dicanangkan oleh Pusat Pengembangan SDM Kementerian Ekraf dihadiri oleh lebih dari 150 pelaku ekonomi kreatif serta konten kreator yang berasal dari 26 kecamatan di wilayah tersebut. Program ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan di era digital.
Teuku Riefky menekankan bahwa daerah yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang mendalam berpotensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, jika warisan budaya ini dipadukan dengan inovasi dan teknologi modern, maka peluang untuk menciptakan ekonomi kreatif yang berkelanjutan semakin terbuka lebar.
“Ciri-ciri daerah yang mempunyai potensi ekonomi kreatif besar adalah daerah yang mempunyai akar budaya dan sejarah yang kuat. Kalau budaya menjadi hulunya, kemudian dipadukan dengan hilirisasi inovasi, teknologi, serta kreativitas, di situlah lahir ekonomi kreatif,” ungkap Teuku Riefky.
Pentingnya integrasi antara budaya dan teknologi ini dijelaskan lebih lanjut. Dalam konteks global yang semakin terhubung, daerah dengan kekayaan budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kewirausahaan yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal dapat berperan dalam menciptakan peluang ekonomi baru serta menjaga keberlanjutan warisan budaya itu sendiri.
Di samping itu, mengembangkan SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi menjadi tugas penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjawab tantangan era digital yang kian mendominasi berbagai aspek kehidupan, terutama dalam dunia ekonomi. Dengan mempersiapkan SDM yang terampil dan inovatif, diharapkan daerah-daerah tersebut dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Program-program pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan SDM Kementerian Ekraf juga merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat, para pelaku ekonomi kreatif dapat lebih memahami cara memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usaha mereka, mulai dari pemasaran hingga manajemen produksi.
Transformasi digital juga berkontribusi pada kemudahan akses informasi dan sumber daya. Pelaku ekonomi kreatif dapat dengan mudah menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital. Selain itu, mereka juga dapat menggali potensi kolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi dan misi yang sejalan.
Kesadaran akan pentingnya investasi dalam pengembangan SDM menjadi semakin mendesak di tengah laju perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, dapat bersinergi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Dengan upaya yang terkoordinasi dan dukungan yang kuat, ekonomi kreatif di Indonesia dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional serta menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat.



Komentar