KEKERINGAN dari dampak fenomena alam El Nino menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo.
Situasi itu membuat Dody Hanggodo memberikan instruksi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) yang dipimpinnya untuk membuat langkah penanganan kekeringan tersebut.
Satu di antaranya di lahan pertanian yang ada di Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat.
Pada lokasi ini, Dody Hanggodo ia menegaskan kepada jajarannya untuk menjamin ketersediaan air demi pemenuhan kebutuhan air di lokasi tersebut.
“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari dan sektor pertanian,”
“Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada lahan-lahan pertanian,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Senin (5/10/2026).
Kerahkan 20 Pompa
Mendapat instruksi tersebut, Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian AL dan jajarannya di Balai Besar Wilayah Sungai Citarum langsung bergerak!
Sedikitnya, 20 pompa air langsung dikerahkan ke lokasi.
Satu di antaranya di Kecamatan Pakisjaya.
Yang mana lokasi ini merupakan salah satu titik di Wilayah Sungai (WS) Citarum yang mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut terjadi karena pada sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur.
Selain itu juga beberapa wilayah mengalami kerusakan infrastruktur, serta lahan yang terdampak pergeseran waktu tanam.
“Total potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,” kata Dian.

PASTIKAN AIR – Hamparan padi di area persawahan di Karawang Jawa Barat belum lama ini. Menteri PU Dody Hanggodo memerintahkan BBWS Citarum mengamankan pasokan air pertanian tersedia di tengah bencana kekeringan akibat fenomena alam El Nino. Sedikitnya, 20 pompa dikerahkan di Pakisjaya Karawang Jawa Barat yang menjadi satu di antara lokasi dengan dampak kekeringan terparah di Jawa Barat saat ini. Berikut lengkapnya, Senin (5/10/2026) BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO
Pemompaan dilakukan dengan mengambil air dari Sungai Citarum karena pada wilayah tersebut tidak memiliki sumber air lain dan berbatasan dengan kawasan air asin.
Selain pemompaan, Kementerian PU juga melakukan normalisasi saluran irigasi pada titik-titik yang menjadi penghambat aliran air.
Kegiatan normalisasi dan pemompaan yang dilakukan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 telah membantu mengairi 400 hektare sawah.
“Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh (standing crop) maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,” jelas Dian. (*)



Komentar