Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Kementerian Ekraf Dukung JAFF Market Sebagai Pusat Bisnis Perfilman Nasional

Kementerian Ekraf Dukung JAFF Market Sebagai Pusat Bisnis Perfilman Nasional

Kementerian Ekraf Dukung JAFF Market Sebagai Pusat Bisnis Perfilman Nasional

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) telah mengintensifkan kerjasama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis dalam industri perfilman Indonesia agar lebih tangguh dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan perfilman nasional.

Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, menyatakan pentingnya pengembangan JAFF Festival dan JAFF Market. Menurutnya, kedua acara ini seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai ajang film, tetapi juga sebagai platform bagi para pelaku industri, investor, pemilik merek, dan pemangku kepentingan di sektor ekonomi kreatif untuk saling bertemu dan berkolaborasi.

“Penyelenggaraan JAFF Festival dan JAFF Market harus semakin besar kolaborasinya sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Teuku Riefky saat melakukan audiensi dengan penyelenggara JAFF baru-baru ini.

JAFF Festival yang ke-21 dan JAFF Market 2026 dijadwalkan berlangsung di Jogja Expo Center pada 28 hingga 30 November 2026. JAFF Market dirancang sebagai pusat dan pasar yang menghubungkan berbagai sektor dengan ekosistem perfilman melalui beberapa program, seperti Content Market, Talent Day, Film Industry Exhibition, Company Showcase, dan Film Conference.

Potensi ekonomi dari acara ini terlihat jelas pada pelaksanaan JAFF Market 2025 yang mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 7.784 orang, dengan 1.431 peserta terakreditasi dan 116 booth dari 142 perusahaan. Kegiatan tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, yaitu sekitar Rp130 miliar, dengan nilai kesepakatan bisnis mencapai Rp43,25 miliar.

Kemnaker Mendorong Sertifikasi Kompetensi Profesi Makeup Permanen dan Alasannya

Teuku Riefky meyakini bahwa JAFF Market 2026 bisa diperluas menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku industri, investor, dan pengusaha. Dia berpendapat bahwa forum ini juga dapat diintegrasikan dengan program-program ekonomi kreatif lainnya, termasuk Road to JAFF Market yang melibatkan promosi film dan sesi kreatif.

“IP dari subsektor film tidak hanya dilihat sebagai karya, tetapi mampu menjadi aset berharga yang menjadi bagian skema pembiayaan,” ungkapnya, menekankan pentingnya nilai dari karya perfilman sebagai investasi.

Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menekankan bahwa penguatan ekosistem perfilman memerlukan sinergi antara sineas, penonton, media, dan pemerintah dengan visi yang sejalan. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan industri film secara keseluruhan.

Selain itu, kerjasama ini juga akan difokuskan pada penguatan forum B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer), yang memfasilitasi pertemuan antara merek dengan pembuat film dan produser. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan promosi film Indonesia di tingkat global serta memanfaatkan jaringan internasional untuk mendatangkan pelaku industri film dari seluruh dunia ke Indonesia.

Kemnaker Tingkatkan Kompetensi dan Perlindungan Pekerja di Era AI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan