JEMBATAN Pulau Telo dan Jembatan Pulau Petak mendapatkan sentuhan preservasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU).
Pemugaran terhadap Jembatan Pulau Telo dan juga Jembatan Pulau Petak yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) menurut Menteri PU Dody Hanggodo, dimaksudkan untuk menjaga konektivitas di Kalimantan.
Di mana dengan terjaganya konektivitas antarwilayah, akan menjadi pendorong pemerataan pembangunan di Tanah Air.
Hingga fondasi penting dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat seperti lalu lintas logistik dan sejenisnya.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar,
“Serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Selasa (13/10/2026)
Perbaikan kedua jembatan dilaksanakan dalam satu paket pekerjaan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah dengan nilai kontrak sekitar Rp3,16 miliar dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Hingga saat ini, progres fisik paket pekerjaan preservasi Jembatan Pulau Telo dan Jembatan Pulau Petak telah mencapai 92,31 persen
Sebagai informasi, Jembatan Pulau Telo dan Jembatan Pulau Petak adalah dua di antara jembatan dengan rentang terpanjang yang berdiri di atas Sungai Kapuas di wilayah Kalimantan Tengah.
Preservasi dilakukan untuk mempertahankan kondisi struktur dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penggantian sambungan siar muai atau expansion joint.
Sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih mulus dan mengurangi guncangan saat melewati sambungan jembatan.
Jembatan Pulau Telo memiliki panjang sekitar 595 meter dan Jembatan Pulau Petak sepanjang sekitar 609 meter.
Kedua jembatan hanya berjarak sekitar 8,9 kilometer.
Sehingga keberadaan keduanya memiliki keterkaitan penting dalam menjaga kelancaran jaringan jalan nasional yang menghubungkan kawasan Pulang Pisau, Kuala Kapuas hingga wilayah perbatasan Kalimantan Selatan.
Jembatan Pulau Telo dan Pulau Petak memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat dan barang di wilayah Kalimantan Tengah.
Selain menjadi bagian dari jaringan jalan nasional, kedua jembatan juga mendukung akses menuju kawasan pelabuhan antara lain Pelabuhan Pulau Telo dan Pelabuhan Pulau Petak. (*)



Komentar