MENTERI Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo dan jajarannya di Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menyiapkan sejumlah langkah penanganan permanen terhadap banjir di Kota Padang, Sumatera Barat.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, penanganan permanen ini diharapkan bisa mencegah potensi terjadinya banjir berulang di masa mendatang di wilayah ini.
Hal itu disampaikan Dody Hanggodo saat menginstruksikan jajarannya untuk segera menyiapkan langkah penanganan darurat yang cepat dan terukur.
Dalam penanganan terhadap banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat di pekan kedua Oktober 2026 ini.
“Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo sebagaimana rilis yang diterima MACI News, Senin (12/10/2026).
Menurut Dody Hanggodo, Kementerian PU saat ini telah memasukkan rencana penanganan permanen di Sungai Batang Air Dingin ke dalam rencana induk penanganan tahun 2026.
Penanganan tersebut meliputi pembangunan check dam atau bangunan pengendali sedimen.
Juga pembangunan tanggul, serta normalisasi sungai.
Upaya penanganan permanen ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengendalian aliran sungai, memperkuat perlindungan kawasan permukiman, serta mengurangi potensi banjir yang berulang ketika terjadi hujan berintensitas tinggi.
Semua upaya ini, menurutnya adalah bentuk komitmen Kementerian PU berkomitmen mendukung perlindungan kepada masyarakat.
Serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana hidrometeorologi.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota Padang Sumatera Barat pada Sabtu (10/10/2026) lalu diterjang banjir bandang.
Meluapnya Sungai Batang Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) jadi satu di antara penyebabnya.
Banjir kali ini terpantau berdampak pada sekitar 200 unit rumah di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa. Hingga saat ini, genangan air masih ditemukan di sejumlah titik terdampak.
Saat itu, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan peningkatan debit sungai secara signifikan hingga mengakibatkan tanggul jebol dan air menggenangi permukiman warga.
Berdasarkan data Pos Curah Hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin, curah hujan tercatat mencapai 112 mm dalam enam jam.
Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB, sehingga meningkatkan debit aliran Sungai Batang Air Dingin dan memicu kerusakan tanggul. (*)



Komentar