Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengungkapkan bahwa meskipun popularitas Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sangat tinggi, hal ini tidak akan cukup untuk menjadikan partainya sebagai pemenang. Ia menekankan bahwa PSI perlu memiliki organisasi yang solid agar dukungan yang ada dapat dikonsolidasikan dan dimanfaatkan untuk membangun kekuatan politik yang lebih besar.
Ahmad Ali menjelaskan bahwa sebuah partai politik tidak dapat hanya mengandalkan popularitas tokoh untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Menurutnya, untuk memaksimalkan potensi dukungan, diperlukan struktur organisasi yang baik dan mampu menampung aspirasi para pendukungnya. “Enggak akan mungkin kita bisa jadi juara kalau kemudian hanya mengandalkan figur,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.
Ia menekankan pentingnya mesin organisasi yang berjalan dengan baik untuk mendukung seorang figur populer. Tanpa adanya struktur yang kuat, risiko dukungan masyarakat tidak akan terhimpun dan tersalurkan dengan optimal. “Karena figur itu akan efektif kalau ada mesin. Mesin. Jadi ada salurannya, ada yang menampung,” tambahnya.
Ahmad Ali juga membahas peran Jokowi sebagai salah satu tokoh sentral dalam PSI. Ia menegaskan bahwa besarnya jumlah pendukung mantan presiden tersebut harus diimbangi dengan adanya struktur organisasi yang dapat mengakomodasi seluruh pendukung. “Jadi kalau katakanlah Pak Jokowi sebagai salah satu figur utama yang ada di partai ini, begitu banyak pencintanya tapi kemudian ini kalau strukturnya tidak tertata rapi kan tidak ada yang bisa menampung semuanya,” ungkapnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keberhasilan PSI tidak semata-mata ditentukan oleh popularitas Jokowi. Diperlukan jaringan organisasi yang terstruktur agar dukungan terhadap figur tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan politik yang nyata. Dengan demikian, tantangan PSI tidak hanya terfokus pada kemampuan menarik perhatian publik melalui tokoh yang terkenal, tetapi juga pada bagaimana membangun organisasi yang efektif dalam mengonsolidasikan dukungan hingga ke tingkat daerah.
Untuk memperkuat mesin partai, Ahmad Ali menyatakan bahwa PSI saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap struktur organisasinya. Proses evaluasi ini dilakukan melalui rapat kerja yang diadakan di tingkat wilayah dan daerah. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menata organisasi agar lebih siap dalam menghimpun dan mengelola dukungan masyarakat.
Struktur organisasi yang berfungsi dengan baik dianggap sangat penting untuk memastikan bahwa para pendukung figur utama partai dapat memiliki saluran organisasi yang jelas. Dengan demikian, PSI berkomitmen untuk membangun fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan politik di masa depan.
Melalui langkah-langkah ini, Ahmad Ali berharap PSI dapat mengoptimalkan potensi dukungan yang ada dan menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik yang signifikan. Ini menjadi bagian dari upaya PSI untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika politik yang ada, serta memastikan bahwa semua pendukung dan simpatisan memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam organisasi.



Komentar