Olahraga
Beranda / Olahraga / Como 1907 Mengalahkan Lens 9-1, Cesc Fabregas Tunjukkan Ancaman untuk Klub Eropa Besar

Como 1907 Mengalahkan Lens 9-1, Cesc Fabregas Tunjukkan Ancaman untuk Klub Eropa Besar

Como 1907 Mengalahkan Lens 9-1, Cesc Fabregas Tunjukkan Ancaman untuk Klub Eropa Besar

Como Menorehkan Sejarah di UEFA Champions League 2026/2027 mencatatkan kemenangan fenomenal dengan meraih skor telak 9-1 atas RC Lens dalam pertandingan matchday keempat fase liga. Pertandingan berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di markas Lens.

Menjalani laga di Stade Bollaert-Delelis, Como tampil percaya diri dan tanpa beban. Di bawah arahan pelatih Cesc Fabregas, tim ini menunjukkan kendali penuh atas pertandingan serta kemampuan tinggi dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Hasil ini merupakan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Como mencatatkan prestasi sebagai tim pertama yang berhasil mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di kompetisi antarklub Eropa.

Yang menarik, Como adalah klub yang baru debut di Liga Champions musim ini, namun langsung menunjukkan kemampuan bersaing dengan tim-tim yang telah berpengalaman lebih lama di pentas Eropa.

Dalam pertandingan ini, Anastasios Douvikas menjadi bintang yang paling menyita perhatian setelah mencetak tiga gol. Penyerang asal Yunani tersebut membuka keunggulan timnya pada menit ketujuh. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32 dan melengkapi hattrick-nya pada menit ke-58.

Ketum Partai Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Prabowo, Teka-teki Semakin Menguat

Douvikas telah menjadi sosok kunci di balik kesuksesan Como, dengan total enam gol dalam empat pertandingan pertama Liga Champions musim ini.

Selain Douvikas, kontribusi gol juga datang dari beberapa pemain lainnya. Nico Paz memperbesar jarak keunggulan pada menit ke-40, diikuti dengan gol Lucas Da Cunha pada menit ke-46 dan Marc-Oliver Kempf pada menit ke-53.

Mattia Liberali menyusul dengan gol pada menit ke-62, sementara Martin Baturina menambah angka tiga menit kemudian. Lens sempat mencetak gol balasan lewat Ruben Aguilar pada menit ke-65, namun itu tak mengubah dominasi Como dalam pertandingan.

Gol kesembilan Como dicetak oleh Matteo Papaccioli di masa tambahan waktu, tepatnya pada menit ke-90+1. Pemain berusia 18 tahun ini berhasil mencetak gol dalam debut seniornya, menandai malam bersejarah bagi Como di markas Lens.

Kemenangan telak ini membawa Como mengumpulkan sembilan poin dari empat pertandingan, menempatkan mereka di posisi keempat klasemen sementara fase liga. Dengan total 19 gol yang dicetak dalam empat laga, performa lini serang Como menunjukkan betapa efektifnya strategi yang diterapkan Fabregas.

Ketua GRIB Masuk Daftar Penyadapan Listyo Sigit, Hercules: Apa Artinya Ini?

Sebelum mengalahkan Lens, Como juga sukses meraih kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan Manchester United. Rangkaian hasil ini menunjukkan bahwa penampilan Como bukan sekadar kejutan sementara, tetapi mulai menunjukkan konsistensi saat menghadapi lawan-lawan yang memiliki reputasi besar.

Di sisi lain, kekalahan 1-9 menjadi hasil yang sangat mengecewakan bagi Lens. Tim asal Prancis ini perlu mengevaluasi performa pertahanannya, mengingat mereka gagal menghadapi serangan agresif dari tim tamu.

Kemampuan Como mencetak sembilan gol tidak terlepas dari pendekatan permainan yang diterapkan oleh Cesc Fabregas. Mantan gelandang Barcelona dan Chelsea ini membangun tim dengan karakter permainan yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan antarpemain, serta keberanian dalam menyerang.

Como tidak hanya mengandalkan serangan balik, melainkan juga mampu membangun serangan secara terorganisir dan memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Saat melawan Lens, strategi ini terbukti efektif, dengan Como menciptakan banyak peluang dan mengubahnya menjadi gol.

Penting untuk dicatat bahwa distribusi gol dalam tim sangat merata. Meskipun Douvikas menjadi penyelesai akhir yang menonjol, kontribusi dari Nico Paz dan pemain lain menunjukkan bahwa Como memiliki variasi dalam serangan, sehingga lawan tidak dapat fokus menghentikan satu pemain saja.

Batal Hadapi Yordania, BTN Pertimbangkan Hong Kong untuk FIFA Matchday November

Keberanian Fabregas memberikan kesempatan kepada pemain muda juga patut dicontoh. Gol Matteo Papaccioli mencerminkan bahwa Como memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang dalam proyek tim ini. Keputusan ini menegaskan bahwa Como tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan pemain muda di level tertinggi.

Jika proses regenerasi ini berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas para pemain utama, Como memiliki peluang untuk membangun fondasi tim yang kompetitif dalam jangka panjang.

Meski kemenangan telak 9-1 adalah pencapaian luar biasa, Como masih harus menghadapi tantangan yang lebih berat. Liga Champions menuntut konsistensi, bukan hanya kemampuan meraih kemenangan besar dalam satu pertandingan.

Fabregas perlu memastikan bahwa timnya tetap seimbang antara menyerang dan bertahan. Produktivitas tinggi tidak selalu menjamin kemenangan saat berhadapan dengan tim yang lebih disiplin dalam mengorganisir pertahanan.

Partai-partai mendatang akan menjadi ujian bagi Como untuk membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan level permainan ini. Kemenangan melawan Lens mengirimkan sinyal bahwa Como bukan sekadar tim baru yang berusaha mencari pengalaman.

Mereka kini mulai diperhitungkan dalam persaingan di Liga Champions musim ini. Dengan menjaga perkembangan dan konsistensi, proyek sepak bola yang dibangun oleh Cesc Fabregas berpotensi menjadikan Como sebagai kekuatan baru di Eropa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan