Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi mereka, memperkuat karakter, dan berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Pesan tersebut disampaikan oleh Menko AHY usai menghadiri acara wisuda di Universitas Nasional (UNAS) pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam momen bersejarah tersebut, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi UNAS yang telah beroperasi sejak 1949 dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi dan mengambil peran kepemimpinan untuk masa depan Indonesia.
“Indonesia tentu memiliki berbagai potensi, bahkan kekuatan modal penting untuk menjadi negara maju menuju Indonesia Emas 2045. Tapi tantangannya juga tidak sedikit. Di situlah saya menekankan pentingnya membangun human capital, kualitas sumber daya manusia,” papar Menko AHY.
Menko AHY menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam hal pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh. Kualitas yang dimiliki oleh para lulusan harus didukung oleh kemampuan berpikir kreatif, berinovasi, berkolaborasi, serta menjalankan kepemimpinan di berbagai bidang tanpa dibatasi oleh perbedaan generasi.
Dalam sambutannya, Menko AHY juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak menjadikan tantangan yang ada sebagai penghalang untuk berkembang. Sebaliknya, perubahan yang terjadi harus dipandang sebagai peluang untuk terus belajar, mengasah kapasitas diri, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Dia mendorong generasi muda untuk tetap berfokus, memiliki daya juang, dan menjaga semangat saat menghadapi tantangan.
“Masa depan itu milik dari mereka yang memiliki keberanian yang bisa berubah, beradaptasi bahkan memimpin perubahan itu sendiri,” tegasnya.
Selain kompetensi dan karakter, Menko AHY juga menyoroti bahwa keberhasilan pendidikan tinggi harus terlihat dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, semangat pengabdian, yang merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, perlu terus diperkuat baik di lingkungan kampus maupun dalam perjalanan para lulusannya setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pendidikan harus terus kita dorong agar semakin berkualitas; penelitian juga harus semakin luas karena negara maju selalu berbasis pada pendidikan dan penelitian, riset, dan inovasi yang juga didukung penuh oleh semua pihak, bukan hanya pemerintah, melainkan juga oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Menko AHY menjelaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan inovasi harus mampu menghasilkan ide-ide serta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mengatasi berbagai persoalan, mulai dari penanganan dampak bencana alam, tekanan ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, hingga daya beli masyarakat, serta upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan asri.
“Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dan dengan teknologi, dengan pendekatan yang juga akademis, saya rasa akan menambah nilai dari setiap solusi yang dihadirkan di tengah-tengah masyarakat kita,” tuturnya.
Menko AHY menyampaikan harapan agar UNAS dapat terus mengembangkan kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pihak terkait diharapkan dapat semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selamat kepada UNAS, semoga terus menjadi kampus yang berprestasi dan memiliki dampak langsung kepada masyarakat kita,” pungkasnya. Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan. Dalam acara tersebut, Menko AHY didampingi oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.



Komentar