Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Kementerian PU Libatkan Masyarakat di Penanganan Pascabanjir Padang Sumatera Barat Pulihkan Fasilitas Umum dan Kawasan Permukiman, Menteri Dody Hanggodo Bebeerkan Skemanya

Kementerian PU Libatkan Masyarakat di Penanganan Pascabanjir Padang Sumatera Barat Pulihkan Fasilitas Umum dan Kawasan Permukiman, Menteri Dody Hanggodo Bebeerkan Skemanya

GOTONG ROYONG - Pekerja dari Kementerian PU dan warga bergotong royong melakukan pembersihan usai bencana banjir yang menerpa Kota Padang dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, langkah ini pelibatan masyarakat ini lewat mekanisme padat karya. OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO
GOTONG ROYONG - Pekerja dari Kementerian PU dan warga bergotong royong melakukan pembersihan usai bencana banjir yang menerpa Kota Padang dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, langkah ini pelibatan masyarakat ini lewat mekanisme padat karya. OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (Kementerian PU) turut mengajak serta masyarakat dalam upaya penanganan pascabanjir di Kota Padang, Sumatera Barat.

Hasilnya, strategi Kementerian PU itu berhasil dengan cepat memulihkan kawasan permukiman dan fasilitas umum dari dampak bencana banjir yang menerjang Kota Padang dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pelibatan masyarakat melalui skema padat karya menjadi bagian dari upaya Kementerian PU dalam membantu warga memulihkan kondisi lingkungan pascabencana, terutama di kawasan permukiman yang terdampak lumpur.

“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat,”

“Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” kata Menteri Dody Hanggodo sebagaimana rilis yang diterima MACI News, Jumat (23/10/2026).

Gaji PNS, TNI, dan Polri Ditransfer Langsung ke Rekening? Simak Penjelasan Menkeu

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Siapkan 5 Strategi Infrastruktur di TA 2028

Pendekatan Padat Karya sebelumnya juga telah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Melalui skema ini, Kementerian PU juga turut membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui insentif atas keterlibatannya dalam program padat karya.

“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif,” ujar Menteri Dody.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika menjelaskan, sejak banjir bandang pada 10 Oktober 2026 lalu, tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan yang tersebar di 3 kecamatan yang terdampak di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Profil Astera Primanto Bhakti: Sekretaris Jenderal Kemenkeu dan Jejak Kariernya

“Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 musala,”

“Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 musala yang tersebar tersebut sudah selesai 100% dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat,”

“Saat ini kami juga sedang melakukan penanganan di 2 kawasan permukiman untuk pembersihan. Dan untuk proses pembersihannya sendiri, kami menggunakan mekanisme padat karya,” jelas Rifi.

Baca Juga: Kementerian PU Kerjakan Jembatan dan Jalan Banda Aceh–Krueng Raya, Dody Hanggodo Instruksikan Siap Digunakan untuk Jangka Panjang

Dalam pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park, dan di kawasan Kampung Tanjung, masyarakat terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah-rumah, sedangkan pembersihan jalan dan material berat tetap dilakukan menggunakan alat berat.

Rincian dan Cara Cek Penerima Bansos Pendidikan Oktober 2026

“Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali,” kata Rifi.

Salah seorang masyarakat di Kampung Tanjung, Muhammad Taufik berterima kasih kepada Kementerian PU atas penanganan cepat pascabencana yang telah dilakukan bagi kawasan permukimannya.

“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih,”

“Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah,”

“Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi terima kasih
banget lah. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” katanya.

Selain di Kota Padang, penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, 9 lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan.

Baca Juga: Menteri PU Inspeksi Penanganan Pascabencana di Sumatera Barat, Dody Hanggodo Pegang Komitmen Cegah Tragedi Serupa di Masa Mendatang

Pada beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut juga telah selesai.

Melalui penanganan darurat dan kolaborasi lintas unit kerja, Kementerian PU berkomitmen mendukung pemulihan fasilitas publik dan permukiman masyarakat pascabencana.

Penerapan skema padat karya juga diharapkan tidak hanya mempercepat pembersihan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan