Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong upaya penguatan standar kompetensi dan sertifikasi profesi untuk tenaga kerja di sektor permanent makeup (PMU). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan serta daya saing Indonesia di kancah internasional.
Pesan tersebut disampaikan oleh Afriansyah saat membuka acara Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, yang berlangsung dari 20 hingga 23 Oktober. Festival ini dihadiri oleh sekitar 700 peserta yang berasal dari dalam negeri dan 23 negara lainnya, menunjukkan partisipasi yang signifikan di arena kecantikan global.
Dari total peserta, sebanyak 400 orang adalah warga negara Indonesia, sedangkan 300 lainnya merupakan peserta dari luar negeri. Delegasi yang hadir mencakup 24 negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri, tetapi juga menyediakan kompetisi dalam berbagai teknik kecantikan, seperti eyeliner, bibir, dan alis. Selain itu, para delegasi juga mempersembahkan demonstrasi mengenai teknik dan metode terbaru dalam permanent makeup.
Afriansyah menegaskan pentingnya bagi tenaga kerja di sektor PMU untuk memiliki keterampilan teknis yang solid. Di samping itu, mereka juga harus paham tentang etika profesi, standar kerja, serta aspek keselamatan bagi pelanggan. “Kompetensi dan sertifikasi resmi adalah kunci utama agar tenaga kerja tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga beretika, aman, dan berdaya saing global,” ujar Afriansyah.
Lebih lanjut, Afriansyah mengemukakan bahwa pengembangan kompetensi haruslah dilakukan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta lembaga pelatihan. Penyusunan standar kompetensi yang jelas, pelatihan yang berbasis praktik, dan pemetaan kebutuhan industri dianggap sangat penting untuk memastikan bahwa keterampilan tenaga kerja sesuai dengan dinamika pasar yang terus berubah.
Dia juga menekankan perlunya kemitraan yang seimbang dan evaluasi hasil pelatihan. Hal ini akan mendukung peningkatan produktivitas, memperluas peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di bidang ini.
Melalui festival internasional ini, Afriansyah berharap industri permanent makeup di Indonesia akan semakin berkembang. Dia ingin melihat lebih banyak tenaga profesional yang tersertifikasi di sektor ini, sehingga mampu bersaing secara efektif di pasar global.
Pendidikan dan pelatihan yang tepat sangatlah krusial dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Dengan adanya sertifikasi, tenaga kerja tidak hanya diharapkan memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan mendalam mengenai praktik terbaik di industri. Hal ini akan membantu memastikan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya berkualitas tetapi juga aman bagi konsumen.
Industri permanent makeup yang terus berkembang memerlukan adaptasi yang cepat terhadap tren dan teknologi baru. Oleh karena itu, program pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan menjadi sangat penting. Melalui pelatihan ini, para profesional dapat belajar tentang teknik terbaru serta peraturan yang harus dipatuhi.
Selain itu, penting untuk membangun jaringan antara para pelaku industri dan lembaga pelatihan. Kolaborasi ini dapat menciptakan program pelatihan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, tenaga kerja yang dihasilkan akan lebih siap menghadapi tantangan di pasar global.
Dengan upaya yang tepat, diharapkan industri permanent makeup di Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi salah satu yang terdepan di tingkat internasional, dengan menghasilkan layanan yang berkualitas tinggi dan profesionalisme yang diakui secara global.



Komentar