Gelombang demonstrasi menyelimuti dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (20/10/2026). Aksi protes ini diikuti oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil dari berbagai daerah, mengangkat beragam tuntutan yang berkaitan dengan isu lingkungan, ekonomi, demokrasi, serta penegakan hukum.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam demonstrasi ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para peserta aksi menyerukan kepada pemerintah untuk mengesahkan karhutla sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan ditindak tegas, serta memulihkan ekosistem yang rusak akibat kejadian tersebut.
Di pusat pemerintahan, ratusan mahasiswa dan perwakilan masyarakat sipil melakukan aksi unjuk rasa di area Tugu Tani dan Patung Kuda. Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti beberapa isu krusial, termasuk kenaikan biaya hidup, perlunya pemberantasan korupsi, kebebasan berekspresi, serta peran militer dalam urusan sipil yang dinilai tidak seharusnya terjadi.
Nazhira, salah satu peserta dari BEM IPB, mengungkapkan keprihatinannya atas lonjakan harga barang kebutuhan sehari-hari yang dirasakannya dalam dua tahun terakhir. Ia menyatakan, “Sekarang terasa, untuk apa-apa harga barang naik semua. Sedikit-sedikit tapi lama-lama jadi bukit.” Ungkapan ini mencerminkan keresahan banyak orang yang merasakan dampak dari kenaikan biaya hidup.
Sebelum aksi demonstrasi dimulai, sekelompok 11 aktivis dari Greenpeace menggelar aksi damai dengan membentangkan spanduk di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia. Aksi tersebut menarik perhatian publik dan pihak berwenang, sehingga mereka kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya. Daniel Winatra dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyatakan bahwa enam dari aktivis tersebut sempat tidak diizinkan pulang hingga malam hari, meskipun akhirnya mereka dilepaskan.
Demonstrasi yang berlangsung pada hari tersebut mencerminkan suara masyarakat yang menuntut perhatian dan tindakan dari pemerintah terkait berbagai isu yang mengancam kesejahteraan dan hak-hak warga. Dengan meningkatnya kesadaran akan isu-isu lingkungan dan sosial, diharapkan pemerintah dapat mendengarkan aspirasi rakyat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi tantangan yang ada.



Komentar