Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Profil Ahmad Luthfi Rahmatullah, Kepala BPK Jawa Tengah yang Terjerat Operasi Tangkap Tangan KPK

Profil Ahmad Luthfi Rahmatullah, Kepala BPK Jawa Tengah yang Terjerat Operasi Tangkap Tangan KPK

Profil Ahmad Luthfi Rahmatullah, Kepala BPK Jawa Tengah yang Terjerat Operasi Tangkap Tangan KPK

Ahmad Luthfi H. Rahmatullah menjadi perhatian publik setelah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan ini terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, dan juga melibatkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Jabatan Ahmad Luthfi adalah Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Menurut informasi yang tertera di situs resmi BPK Jateng, ia memiliki pendidikan di bidang akuntansi dan hukum, serta telah berkecimpung di lembaga pemeriksa keuangan negara sejak tahun 1989.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Ahmad Luthfi adalah salah satu individu yang diamankan dalam operasi tersebut. Dalam OTT ini, sekitar 20 orang berhasil ditangkap di lokasi yang berbeda, termasuk Klaten dan Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dalam proses penyelidikan, KPK juga menyita uang tunai yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Investigasi tengah dilakukan untuk menggali lebih dalam dugaan penerimaan terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya di Pemerintah Kabupaten Klaten.

Budi Prasetyo juga menambahkan bahwa terdapat dugaan terkait pemberian dari Hamenang kepada oknum BPK yang berkaitan dengan proses audit. Namun, semua dugaan ini masih dalam tahap proses hukum dan belum bisa dianggap sebagai putusan bersalah terhadap mereka yang ditangkap.

KPK Siapkan Jemput Paksa Nusron Wahid Terkait Kasus HGB yang Diselidiki

Ahmad Luthfi lahir pada tanggal 13 Januari 1967 di Jakarta. Ia memulai pendidikan tinggi dengan mengambil program D-3 Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang ia selesaikan pada tahun 1989.

Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, ia melanjutkan studi di Universitas Padjadjaran dengan mengambil jurusan Akuntansi dan lulus pada tahun 1999. Ia tidak berhenti sampai di situ; Ahmad Luthfi kemudian menempuh pendidikan Magister Ilmu Hukum di universitas yang sama dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2011.

Pendidikan yang diperolehnya memberikan landasan yang kuat di dua bidang penting, yaitu akuntansi dan hukum, yang keduanya sangat berhubungan dengan pengelolaan keuangan negara serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Profil resmi dari BPK Jateng juga mencatat berbagai kualifikasi profesional yang dimiliki oleh Ahmad Luthfi, di antaranya adalah Akuntan (Ak.), Certified Accountant (CA), Certified State Finance Auditor (CSFA), serta Enterprise Risk Management Associate Professional (ERMAP).

Ahmad Luthfi memulai kariernya di BPK pada tahun 1989. Sebelum menjabat sebagai Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, ia pernah menduduki posisi sebagai Kepala BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat dan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Jokowi Klarifikasi Ijazah Gibran, Soroti Reputasi Politik yang Terancam

Pada Maret 2025, Ahmad Luthfi resmi dilantik sebagai Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, menggantikan Karyadi yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pemeriksaan V A pada Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK.

Selama masa jabatannya, Ahmad Luthfi telah mengikuti berbagai pelatihan, antara lain pelatihan penguatan implementasi kebijakan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD), pelatihan eksekutif tentang integrasi perencanaan pemeriksaan dan kelembagaan, serta pelatihan cyber security untuk eksekutif. Ia juga telah mendapatkan pelatihan sebagai Certified State Finance Auditor dan pelatihan kepemimpinan tingkat III.

Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Ahmad Luthfi telah menerima beberapa penghargaan dari negara. Di antara penghargaan tersebut adalah Satyalancana Wira Karya yang diberikan pada tahun 2001, Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 2002, dan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun yang diterimanya pada tahun 2010.

Balita 1 Tahun di Samarinda Meninggal Dunia Karena Sesak Napas Akibat Kabut Asap Karhutla

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan