Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Kementerian PU Pasang Perangkat Peringatan Dini Bencana di Sungai Batang Baliang, Dody Hanggodo Siapkan Mitigasi Galodo di Solok Sumatera Barat

Kementerian PU Pasang Perangkat Peringatan Dini Bencana di Sungai Batang Baliang, Dody Hanggodo Siapkan Mitigasi Galodo di Solok Sumatera Barat

PASANG EWS - Petugas Kementerian PU memasang EWS untuk peringatan dini bencana di tiga titik rawan untuk mitigasi pencegahan galodo banjir bandang di Kabupaten Solok Sumatera Barat pada masa mendatang. Menteri Dody Hanggodo juga menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU membangun Sabo Dam di hulu sungai. OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO
PASANG EWS - Petugas Kementerian PU memasang EWS untuk peringatan dini bencana di tiga titik rawan untuk mitigasi pencegahan galodo banjir bandang di Kabupaten Solok Sumatera Barat pada masa mendatang. Menteri Dody Hanggodo juga menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU membangun Sabo Dam di hulu sungai. OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO

MENTERI Pekerjaan Umum atau Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya untuk menggelar mitigasi pencegahan bencana dari ancaman banjir bandang Galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dipimpin Dody Hanggodo memasang perangkat Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan bencana Galodo di Solok, Sumatera Barat.

Sedikitnya, ada tiga 3 titik di mana perangkat peringatan dini bencana atau Early Warning System – EWS ini diinstalasikan di wilayah tersebut.

Dengan perangkat EWS yang telah terpasang awal Oktober 2026 itu, diharapkan mampu mendukung pemantauan kondisi alam sekitar.

Dalam rilis yang diterima MACI News pada Rabu (14/10/2026), Pemasangan EWS di tiga titik di Kabupaten Solok tersebut dikerjakan Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo.

Swasembada Beras Diperkuat, Produksi Nasional Diproyeksikan 34,69 Juta Ton pada 2025

Baca Juga: Dody Hanggodo Waspadai Bahaya Galodo Banjir Bandang di Masa Depan, Perintahkan Ditjen SDA Bangun Sabo Dam Sungai Batang Baliang Solok Sumatera Barat

Perangkat EWS ini dirancang untuk memantau sejumlah parameter lingkungan.

Mulai dari curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, dan kelembapan tanah.

Informasi dari parameter tersebut menjadi data pendukung untuk memahami perubahan kondisi lapangan yang berkaitan dengan potensi ancaman bencana.

Data yang dikumpulkan oleh sensor di lapangan, kemudian ditransmisikan untuk ditampilkan pada dashboard pemantauan.

Panduan Cek Status Penerima Bansos 2026 untuk Desil 1-5 Melalui HP

Melalui sistem ini, kondisi parameter yang terukur dapat dipantau dan dianalisis secara berkala sehingga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Bangun Sabo Dam di Hulu Sungai Batang Baliang

Sebelumnya, banjir bandang atau galodo menerjang sejumlah Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Senin malam, 21 September 2026 silam.

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 19.30–20.00 WIB tersebut, memberikan dampak kerusakan yang masif.

Guna mencegah risiko terjadinya galodo di masa mendatang, Menteri Dody Hanggodo mengeluarkan sejumlah instruksi kepada jajarannya.

Baca Juga: Jembatan Pulau Telo dan Pulau Petak Dipugar, Menteri PU Dody Hanggodo Ingin Pastikan Konektivitas di Kalimantan Terjaga

KPK Lakukan OTT di BNPB, 14 Tersangka Ditangkap dan Uang Senilai Rp1,4 Miliar Disita

Selain pemasangan perangkat peringatan dini bencana atau EWS, Politisi Partai Demokrat itu juga memerintahkan pembangunan Sabo Dam di area hulu Sungai Batang Baliang, Solok, Sumatera Barat.

“Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam.

“Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu),” kata Menteri Dody Hanggodo. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan