Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mendistribusikan 136.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, serta mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penduduk yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses air.
Distribusi air dilakukan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Papua Barat, yang berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kegiatan ini berlangsung dari 4 September hingga 3 Oktober 2026, dengan fokus pada masyarakat yang terkena dampak kekeringan serta lokasi kebakaran lahan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makbon.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya penyediaan air bersih sebagai langkah krusial dalam mengatasi efek dari kekeringan. “Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan di kawasan Sorong Raya, BPBPK Papua Barat memanfaatkan dua unit Mobil Tangki Air (MTA) dan menyediakan 10 Hidran Umum (HU) di Kota Sorong. Kepala BPBPK Papua Barat, Corneles Sagrim, menjelaskan bahwa semua sarana ini diangkut dari Manokwari ke Sorong menggunakan kapal penumpang pada 27 Agustus 2026.
“Penempatan MTA dan HU ini dimaksudkan agar dapat melayani kebutuhan air bersih di wilayah Sorong Raya dan sekitarnya, baik untuk masyarakat yang terkena dampak kekeringan maupun untuk kebutuhan penanganan darurat,” jelas Corneles.
Dari jumlah total 136.000 liter air yang disalurkan, 68.000 liter di antaranya ditujukan untuk masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Distribusi air dilakukan di berbagai lokasi, termasuk Jalan Arteri dan Perumahan Misi di Kelurahan Malanu, Jalan Santer 4 di Kelurahan Matalamagi, Lorong Muara Mulia di Kelurahan Malawei, serta Kompleks Malanu Pasir di Kelurahan Klagete. Pelayanan juga menjangkau beberapa lokasi lainnya.
Bantuan air bersih ini mencakup sekitar 184 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.045 jiwa. Untuk kebutuhan penanganan kebakaran lahan dan kebakaran di TPA Makbon, sisa 68.000 liter air juga dialokasikan. Dalam upaya penanganan kebakaran, MTA BPBPK Papua Barat menyuplai 16.000 liter air untuk mendukung pemadaman di Kampung Klamana dan Klawuyuk yang berada di Distrik Sorong Timur.
Bantuan air juga diberikan untuk kebakaran lahan di Kelurahan Malibela dan Kelurahan Klademak, masing-masing mendapatkan 12.000 liter. Sementara itu, untuk kebakaran yang terjadi di Kelurahan Klamana, suplai air mencapai 8.000 liter, dan penanganan kebakaran di TPA Makbon juga mendapatkan dukungan 8.000 liter air.
“Di tengah kemarau yang masih berlangsung, layanan air bersih yang dilaksanakan sejak 4 September hingga 3 Oktober ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung penanganan kebakaran di wilayah Sorong,” ungkap Corneles.
Lebih lanjut, Corneles menambahkan bahwa mobil tangki dengan kapasitas 4.000 liter memberikan fleksibilitas dalam penyaluran air, sehingga distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di tiap lokasi. “Semoga kehadiran Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dapat memberikan manfaat, meringankan kebutuhan warga terdampak, serta menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tutup Corneles.



Komentar