Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Dody Hanggodo Perintahkan BBWS Brantas Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor, Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

Dody Hanggodo Perintahkan BBWS Brantas Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor, Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim

AMANKAN PASOKAN AIR - Menteri PU Dody Hanggodo meminta jajaran Kementerian PU memastikan ketersediaan air pertanian. Di Jawa Timur, BBWS Brantas diperintahkan kerahkan berbagai upaya demi menjaga ketersediaan air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim. Berikut lengkapnya, Senin (5/10/2026). BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO
AMANKAN PASOKAN AIR - Menteri PU Dody Hanggodo meminta jajaran Kementerian PU memastikan ketersediaan air pertanian. Di Jawa Timur, BBWS Brantas diperintahkan kerahkan berbagai upaya demi menjaga ketersediaan air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim. Berikut lengkapnya, Senin (5/10/2026). BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO

KETERSEDIAAN air untuk pengairan lahan pertanian di tengah musim kemarau panjang atau El Nino menjadi fokus yang diperhatikan Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo.

Terbaru, Menteri Dody Hanggodo memerintahkan jajarannya di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengerahkan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan air untuk pengairan lahan pertanian.

Satu di antaranya di Jawa Timur, di mana Dody Hanggodo meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Jawa Timur untuk melakukan intervensi.

Demi menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian di Jawa Timur.

Terutama selama menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini.

Polri Lakukan Rotasi Besar-besaran di Era Kapolri Baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, 5 Alumni SMA Taruna Nusantara Mendapat Jabatan Strategis

“Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan,” kata Menteri Dody Hanggodo sebagaimana rilis yang diterima MACI News, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Bendungan Batutegi Lampung Suplai Air Baku Perkotaan dan Irigasi hingga 66 Ribu Hektar, Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Pasokan Air Berkelanjutan untuk Masyarakat

Berdasarkan hasil penelusuran BBWS Brantas per 3 Oktober 2026, terdapat 3.330 hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah Jawa Timur yang membutuhkan dukungan pengairan untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan musim tanam.

Luasan tersebut terdiri atas 2.592 hektare lahan yang membutuhkan dukungan pasokan air untuk menjaga produktivitas tanaman serta 738 hektare lahan yang membutuhkan dukungan air untuk mendukung pelaksanaan musim tanam.

Untuk menjaga ketersediaan air pada lahan tersebut, Kementerian PU melalui BBWS Brantas menyiapkan 73 penanganan untuk penguatan pasokan air pada lahan pertanian dan mendukung kebutuhan air pada musim tanam.

Menteri Dody Hanggodo Perintahkan Tangani Kekeringan Lahan Pertanian, 20 Pompa Dikerahkan di Pakisjaya Karawang Jawa Barat

Upaya ini mencakup pemeliharaan saluran, penambahan debit atau pengaturan giliran air, pengoperasian pompa, serta penyediaan sumur bor dalam dan dangkal.

Salah satu penanganan dilakukan di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga: Dody Hanggodo Ungkap Alasan Kemen PU Perkuat Ketahanan Air Nasional, Termasuk Infrastruktur Bendungan dan Irigasi Pertanian

Kementerian PU bergerak cepat memperbaiki dua unit mesin dan pompa berkapasitas 175 liter per detik yang sebelumnya telah lama tidak beroperasi.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan air pada Daerah Irigasi (DI) Dam Pamorah yang memiliki area layanan sekitar 250 hektare.

Demo Mahasiswa di DPR Tuntut Pemerintah Implementasikan Pendidikan Gratis

Di Kabupaten Trenggalek, penanganan dilakukan di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, dengan mengerahkan satu unit pompa turbin berkapasitas 30 liter per detik.

Pompa tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian padi dan palawija seluas 20 hektare.

Intervensi serupa dilakukan di Desa Bangunmulyo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.

Sebanyak satu unit pompa turbin berkapasitas 30 liter per detik dikerahkan untuk membantu mengairi lahan padi dan palawija seluas 20 hektare yang membutuhkan tambahan pasokan air.

Baca Juga: Asrama Inggrisan Tuntas Direvitalisasi Kemen PU, Menteri Dody Hanggodo Harap Dukung Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Pariwisata Banyuwangi

Sementara di Kabupaten Sidoarjo, Kementerian PU menangani keterbatasan pasokan air di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.

BBWS Brantas melakukan pengeboran dua titik sumur bor dangkal untuk mencari sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang belum mendapatkan pasokan air secara optimal.

Penanganan di Balongdowo dilakukan karena debit aliran dari Dam Ngaban berkurang sehingga air belum mencapai lahan yang berada di bagian ujung jaringan.

Melalui penyediaan sumber air alternatif, Kementerian PU berupaya memperkuat pasokan air agar kebutuhan pengairan lahan pertanian dapat terpenuhi.

Baca Juga: Kantor Pemerintahan Rusak Parah Dihantam Banjir Bandang, Menteri PU Dody Hanggodo Instruksikan Jajarannya Bantu Pemkab Solok

Melalui berbagai intervensi tersebut, Kementerian PU terus memperkuat layanan irigasi dan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di Jawa Timur.

Upaya ini menjadi bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap capaian swasembada pangan nasional, dengan memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi dan petani memperoleh dukungan pengairan di tengah kondisi kemarau yang panjang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan