Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda telah memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9/2026). Tim SAR Lampung masih melanjutkan upaya pencarian di Sektor Z, meskipun mereka menghadapi kendala signifikan akibat kabut yang mengurangi jarak pandang.
KN SAR Basudewa yang mengangkut 27 personel gabungan berangkat dari Pelabuhan Pelindo Panjang menuju area pencarian sekitar pukul 08.00 WIB. Luas wilayah yang menjadi tanggung jawab kapal tersebut mencapai 512 mil laut persegi, mencakup perairan Pulau Tabuan dan Teluk Semangka.
Nakhoda KN SAR Basudewa, Capt. M. Fadli, menyatakan bahwa kondisi gelombang pada pagi itu cukup bersahabat untuk operasi pencarian. Tinggi gelombang terpantau antara 0,5 hingga 0,7 meter. Namun, meski gelombang relatif tenang, pencarian tetap terhambat oleh kabut yang menyebabkan visibilitas terbatas, hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 mil laut.
“Namun demikian, kendalanya saat ini adalah visibilitas yang terbatas. Kemungkinan jarak pandang kurang lebih 1 sampai 1,5 mil,” ungkap Fadli. Dengan visibilitas yang rendah, tim SAR mengalami kesulitan dalam melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan korban maupun speedboat yang hilang.
Tim SAR tetap berupaya memaksimalkan penggunaan peralatan pendukung, termasuk teropong binokular untuk meningkatkan jangkauan pengamatan selama penyisiran.
Selain kabut yang mengganggu, kondisi cuaca yang kurang bersahabat beberapa hari sebelumnya juga menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian. Fadli menjelaskan bahwa kecepatan angin yang cukup tinggi mengakibatkan keterbatasan dalam melakukan penyisiran di beberapa area.
“Untuk beberapa hari sebelumnya memang kondisi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin cukup tinggi sehingga menyulitkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran beberapa area,” tuturnya.
Penetapan Sektor Z dilakukan berdasarkan pemetaan SAR Map Prediction. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan potensi pergerakan rombongan yang hilang menuju kawasan sekitar Teluk Semangka hingga sejumlah wilayah di Samudra Hindia.
Hari ketujuh operasi pencarian ini menjadi batas waktu sesuai dengan standar operasional prosedur. Meskipun demikian, berakhirnya hari ketujuh bukan berarti pencarian akan dihentikan sepenuhnya jika tim memperoleh petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
“Sesudah dengan SOP, hari ini adalah pencarian terakhir. Namun demikian, apabila terdapat tanda-tanda keberadaan korban, masih bisa diperpanjang,” jelas Fadli.
Keputusan untuk memperpanjang operasi pencarian berada di tangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, yang berperan sebagai Search Mission Coordinator (SMC). “Kita menunggu update dari SMC dari Banten,” tambahnya.



Komentar