Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Dua DPO Diduga Terlibat Penembakan Tiga ASN Jayawijaya, Polisi Buka Kasus Lain

Dua DPO Diduga Terlibat Penembakan Tiga ASN Jayawijaya, Polisi Buka Kasus Lain

Dua DPO Diduga Terlibat Penembakan Tiga ASN Jayawijaya, Polisi Buka Kasus Lain

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 telah mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Keduanya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

Proses identifikasi dilakukan oleh penyidik dengan membandingkan rekaman video yang menunjukkan dua orang tersebut dengan data dan ciri-ciri yang tersedia pada aparat keamanan.

Kombes Pol Yusuf Sutejo, yang menjabat sebagai Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, menyatakan bahwa PN dan KT merupakan anggota dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. “Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” ungkap Yusuf dalam keterangan tertulis.

Pihak kepolisian menilai bahwa PN dan KT memiliki keterkaitan dengan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Papua. Selain terlibat dalam penembakan terhadap tiga ASN di Jayawijaya, keduanya diduga juga berperan dalam insiden penembakan yang terjadi saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 8 Agustus 2026.

Dalam insiden tersebut, dua orang warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat tembakan yang dilepaskan dari kelompok bersenjata. Selain itu, nama PN dan KT juga muncul dalam perkara penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang terjadi di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.

Jubir PSI Soroti Poster “Jokowi Perusak PDIP”: Dian Tanya, Emang Sudah Rusak?

“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami,” jelas Yusuf. Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran untuk menemukan kedua DPO tersebut serta menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penembakan terhadap tiga ASN terjadi ketika mereka sedang melaksanakan kegiatan kedinasan. Ketiga korban tersebut sebelumnya berencana untuk memberikan bantuan berupa ternak anak babi, melakukan pengecekan lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan mengenai peternakan.

Dalam perjalanan pulang menuju Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga dihentikan oleh kelompok bersenjata. Para ASN kemudian diminta untuk turun dan diarahkan ke bagian belakang kendaraan. Tak lama kemudian, terdengar tiga kali letusan senjata api, dan para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Informasi awal dari kepolisian menyebutkan bahwa kelompok penyerang diduga membawa dua pucuk senjata api laras panjang dan beberapa parang saat meninggalkan tempat kejadian. Tiga korban yang kehilangan nyawa dalam insiden ini adalah Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian; Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Kesehatan; dan Willi Mbuik, yang merupakan calon PNS.

Polisi kini sedang mendalami lebih lanjut rangkaian peristiwa penembakan ini, termasuk motif di balik tindakan tersebut serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Satgas berpendapat bahwa aksi ini berkaitan dengan upaya untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.

PSI Kritik Manuver Budi Arie, Projo Tanggapi Dengan Mengungkap Sejarah Pendiriannya

“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” kata Yusuf. Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, juga menegaskan bahwa setiap informasi dan alat bukti yang diperoleh akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.

“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” tutup Faizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan