Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / UEFA Perketat Aturan Liga Champions 2026-2027, Drama Buang Waktu Berpotensi Rugikan Tim

UEFA Perketat Aturan Liga Champions 2026-2027, Drama Buang Waktu Berpotensi Rugikan Tim

UEFA Perketat Aturan Liga Champions 2026-2027, Drama Buang Waktu Berpotensi Rugikan Tim

Liga Champions 2026-2027 resmi memasuki fase baru dengan sejumlah perubahan aturan yang diperkenalkan oleh UEFA. Dengan musim yang dimulai, pemain kini tidak bisa lagi mengulur waktu secara berlebihan saat melakukan pergantian, lemparan ke dalam, atau tendangan gawang.

Musim baru Liga Champions ini dimulai pada Selasa, 8 September 2026, di mana 36 tim akan bersaing dalam format league phase yang telah diterapkan dalam dua musim terakhir. Dalam format ini, delapan tim teratas klasemen akan langsung melaju ke babak 16 besar, sementara tim yang berada di posisi 9 hingga 24 harus menjalani babak play-off untuk meraih tiket ke fase gugur.

Meskipun format kompetisi tetap sama, UEFA telah memperkenalkan dua aturan baru dan melakukan revisi terhadap satu ketentuan lama untuk memastikan pertandingan berlangsung lebih efisien dan mengurangi waktu yang diulur.

Perubahan yang paling mencolok berkaitan dengan penggantian pemain. Di musim sebelumnya, pemain sering kali berjalan dengan santai ketika diganti. Namun, mulai musim ini, UEFA memperketat waktu yang diberikan. Wasit hanya akan memberikan waktu 10 detik bagi pemain untuk meninggalkan lapangan.

Apabila pemain melanggar waktu tersebut, pemain pengganti harus menunggu selama satu menit sebelum dapat masuk ke lapangan saat permainan dihentikan. Aturan yang sama juga berlaku untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang, di mana pemain kini hanya memiliki waktu lima detik untuk mengoperasikan bola kembali.

Menteri Ara Ingatkan Kepala Daerah untuk Tegas dalam Tata Ruang dan Hindari Pelanggaran Aturan

Keterlambatan dalam melakukan lemparan ke dalam akan berakibat pada diberikan lemparan kepada pihak lawan, sementara jika tendangan gawang tidak dilakukan tepat waktu, itu dapat berujung pada tendangan sudut bagi lawan. Dengan adanya regulasi ini, kebiasaan mengulur waktu tidak hanya akan membuat penonton merasa jengkel, tetapi juga dapat berakibat fatal bagi tim yang melakukannya, seperti kehilangan penguasaan bola.

UEFA juga menerapkan aturan mengenai pemain yang memerlukan perawatan medis di lapangan. Setiap pemain yang mengalami cedera harus menepi untuk perawatan selama satu menit sebelum diizinkan kembali bermain. Namun, ketentuan ini tidak berlaku bagi penjaga gawang dan pemain yang menjadi korban pelanggaran keras dari lawan.

Selanjutnya, perubahan lain menyangkut penggunaan sistem VAR. UEFA kini memberikan lebih banyak kewenangan kepada wasit untuk memanfaatkan teknologi ini dalam mengidentifikasi kesalahan saat memberikan hukuman kepada pemain. Perubahan ini telah diterapkan sebelumnya dalam Piala Dunia 2026, termasuk dalam situasi di mana Breel Embolo menerima kartu kuning kedua akibat diving setelah wasit membuat keputusan yang kurang tepat.

Dengan adanya perluasan penggunaan VAR, diharapkan keputusan wasit dalam Liga Champions musim ini akan semakin terperinci dan tidak hanya mengandalkan penilaian awal yang terjadi di lapangan.

UEFA juga telah merubah ketentuan terkait akumulasi kartu kuning. Sebelumnya, seorang pemain dihukum larangan bermain setelah mengumpulkan tiga kartu kuning, dengan sanksi tambahan yang diberikan setelah lima dan tujuh kartu kuning dikumpulkan. Dengan perubahan ini, diharapkan pemain dapat lebih fokus dalam bermain dan bukan tertekan oleh akumulasi kartu yang berpotensi menghalangi penampilan mereka di pertandingan selanjutnya.

Dedi Mulyadi Dianggap Meniru Gaya Jokowi, Dedy PSI: Kesempatan Menjadi Presiden Terbuka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan