Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya kembali mencuri perhatian setelah terlibat dalam rangkaian peristiwa yang terjadi usai demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Khususnya, pandangan publik tertuju kepada Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rozario Marshal.
Dalam sebuah video yang viral pasca aksi tersebut, Hercules terlihat keluar dari kendaraan dan mengajak para pendukungnya untuk pulang. Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai kehadirannya dalam aksi tersebut.
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menjelaskan bahwa individu yang terekam dalam video memang benar adalah Hercules. Akan tetapi, organisasi tersebut menegaskan bahwa kehadiran Hercules tidak ada hubungannya dengan keterlibatan mereka dalam kerusuhan yang terjadi.
Menurut Wilson, seruan untuk pulang yang disampaikan oleh Hercules adalah upaya untuk mengarahkan massa agar meninggalkan lokasi secara damai setelah situasi terlihat tidak aman. Ia menambahkan, meskipun penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat, tindakan kekerasan dan perusakan harus selalu ditolak.
Oleh karena itu, kehadiran Hercules di tempat kejadian lebih terkait dengan usaha untuk membubarkan kerumunan, bukan untuk memicu kericuhan.
Di tengah kontroversi ini, profil GRIB Jaya kembali menjadi sorotan. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2011 ini kini dipimpin oleh Hercules dalam periode kepemimpinan 2024-2029. Informasi ini juga tertera dalam berbagai pemberitaan mengenai organisasi tersebut.
Hercules dikenal luas di Jakarta dan memiliki latar belakang yang erat kaitannya dengan aktivitas organisasi masyarakat. Berasal dari Dili, Timor Timur, ia pindah ke Jakarta Timur pada tahun 1987. Sebelum terlibat aktif dalam organisasi, ia dikenal sebagai sosok berpengaruh di wilayah Tanah Abang.
Dari segi organisasi, GRIB Jaya memiliki struktur kepengurusan yang mencakup hingga tingkat daerah dan cabang. Situs resmi GRIB Jaya di wilayah Jawa Tengah mencantumkan Hercules sebagai ketua umum dan menyebutkan jaringan organisasi yang mencakup DPD, DPC, dan PAC.
GRIB Jaya membawa berbagai agenda yang berkaitan dengan demokrasi, penyelenggaraan pemilu, serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Dalam laman resmi organisasi tersebut, mereka menekankan keinginan untuk mendorong terciptanya demokrasi yang sehat dan partisipatif serta penyelenggaraan pemilu yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Meskipun demikian, perjalanan GRIB Jaya tidak lepas dari kontroversi. Organisasi ini pernah menjadi sorotan ketika terlibat dalam bentrokan dengan Pemuda Pancasila di Blora pada Januari 2025, yang mengakibatkan sejumlah orang terluka dan kerusakan pada kendaraan.
Selain itu, GRIB Jaya juga pernah menghadapi penolakan terkait keberadaannya di Bali, di mana kehadiran organisasi ini ditentang oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, serta kelompok pecalang.
Dengan segala dinamika yang melingkupinya, GRIB Jaya tampaknya akan tetap menjadi bagian penting dari lanskap organisasi masyarakat di Indonesia. Upaya mereka untuk menegakkan demokrasi dan partisipasi publik tetap menjadi inti dari eksistensi mereka di tengah berbagai tantangan yang ada.



Komentar