Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong generasi muda untuk menjadikan komunitas sebagai sarana belajar kepemimpinan dan sebagai platform untuk menciptakan inisiatif yang berdampak positif bagi masyarakat. Pesan ini disampaikan dalam acara puncak Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026.
Dalam kesempatan tersebut, yang dihadiri oleh anggota komunitas dan peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Iftitah menekankan pentingnya pengalaman organisasi dalam membangun keberanian untuk mengambil keputusan, kemampuan untuk bekerja sama, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah. Ia percaya bahwa kemampuan ini sangat diperlukan dalam pendidikan, dunia kerja, dan kehidupan sosial.
“Motivasi yang terbesar itu tidak dengan kata-kata. Motivasi yang terbesar itu dengan contoh,” ungkap Iftitah, menekankan bahwa contoh nyata menjadi sumber inspirasi yang lebih kuat daripada hanya sekadar ucapan.
Iftitah menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya bergantung pada sikap tegas atau ramah semata. Seorang pemimpin harus mampu membangun kepercayaan, menjaga keharmonisan tim, dan memastikan bahwa organisasi memberikan manfaat yang signifikan bagi anggotanya serta masyarakat luas.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi, perencanaan yang matang, pembagian tugas yang jelas, dan komunikasi yang berkesinambungan dalam sebuah organisasi. Menurutnya, hubungan antara ketua dan wakil haruslah sinergis, agar tidak terjadi kebingungan di kalangan anggota.
“Wakil itu harus seiring sejalan dengan ketua,” tegasnya, menekankan bahwa kolaborasi antara pimpinan sangat penting untuk mencapai tujuan bersama.
Iftitah mengajak generasi muda untuk tidak hanya berperan sebagai anggota pasif, namun juga aktif berkontribusi dengan melahirkan ide-ide baru, memperluas jaringan, serta membangun rekam jejak melalui kegiatan sosial dan pengembangan potensi daerah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta generasi muda dalam pembangunan masyarakat.
Semangat tersebut, menurut Iftitah, sejalan dengan perjalanan Overlanding Indonesia yang dimulai dari ekspedisi bersama Agus Harimurti Yudhoyono sejak tahun 2017 hingga awal tahun 2020. Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari 350 kabupaten dan kota telah dijelajahi, memberikan pengalaman untuk memahami keragaman dan potensi yang dimiliki Indonesia.
“Tujuannya adalah untuk keliling Indonesia dan mencintai Indonesia, memberikan manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, semangat yang sama juga diterapkan melalui program Transmigrasi Patriot, yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyebarkan pengetahuan, teknologi, dan solusi di kawasan transmigrasi. Iftitah juga menawarkan peluang kolaborasi dengan Overlanding Indonesia dalam acara wisata reli Manokwari-Teluk Wondama, Papua, yang direncanakan pada November 2026.
Melalui berbagai inisiatif ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Dengan begitu, komunitas dapat menjadi wadah yang produktif untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas.



Komentar