Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Tiga Orang Tewas dalam Bentrok di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Satu Korban

Tiga Orang Tewas dalam Bentrok di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Satu Korban

Tiga Orang Tewas dalam Bentrok di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Satu Korban

Dalam insiden tragis yang melibatkan bentrokan antara dua kelompok pemuda, satu jenazah korban hingga siang hari pada tanggal 18 Juli 2026 belum berhasil dievakuasi. Kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Proses evakuasi terhambat karena masih banyaknya massa yang berkumpul di sekitar lokasi.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengungkapkan bahwa hingga pukul 14.00 WITA, petugas masih belum bisa mengevakuasi korban yang tergeletak di jalan.

“Iya satu jenazah korban masih tergeletak di jalan belum bisa dievakuasi karena massa masih banyak,” tambah Ketut.

Bentrokan yang terjadi antara pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak pada pagi hari tersebut menyebabkan tiga orang kehilangan nyawa. Dua di antaranya adalah warga Desa Narasaosina, sementara satu korban lainnya berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

Menurut keterangan Ketut, dua jenazah sudah diambil oleh pihak keluarga masing-masing. Sementara itu, satu korban dari Desa Narasaosina masih berada di lokasi kejadian karena proses evakuasi belum bisa dilakukan.

Kejati DIY Ungkap Modus Korupsi Tanah Kas Desa, Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka

“Dua korban yang sudah diambil oleh kedua belah pihak yakni satu dari Narasaosina dan satu dari Waiburak, sedangkan satu jenazah korban yang belum berhasil dievakuasi adalah warga Narasaosina,” jelasnya.

Petugas kepolisian dan tenaga medis telah menyiapkan ambulans di sekitar lokasi kejadian. Namun, kendaraan medis tersebut belum bisa mendekati area jenazah karena jalan masih dipenuhi oleh massa dari kedua kelompok.

Dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif, pihak kepolisian melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, dan keluarga korban. Tujuannya adalah agar kondisi menjadi tenang sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan tanpa risiko terjadinya bentrokan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat luas, mengingat situasi seperti ini tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga berdampak pada keamanan dan ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi ketegangan dan menciptakan dialog antara kedua kelompok sangat penting. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemimpin adat, diharapkan penyelesaian yang damai bisa tercapai.

Kondisi di lapangan menunjukkan pentingnya peran pihak berwenang dalam meredakan ketegangan. Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam proses penyelesaian konflik ini. Tindakan yang tepat dapat membantu menghindari tragedi serupa di masa depan.

Prioritas Bantuan Ternak Itik di Banten untuk Kelompok: Syarat dan Mekanisme Pengajuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan