Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Bahlil Tantang Balik Penuduh Terkait Isu Penyadapan Prabowo

Bahlil Tantang Balik Penuduh Terkait Isu Penyadapan Prabowo

Bahlil Tantang Balik Penuduh Terkait Isu Penyadapan Prabowo

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam dugaan penyadapan ilegal yang mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan tegasnya, Bahlil menyatakan bahwa ia malah menjadi korban dari tindakan ilegal tersebut.

Pernyataan penolakan ini disampaikan oleh Bahlil saat pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar di Maluku. Ia mengungkapkan rasa heran karena namanya dikaitkan dengan kasus penyadapan yang juga melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta beberapa perwira tinggi Polri.

Bahlil mempertanyakan logika di balik tuduhan tersebut. Ia menilai bahwa tidak masuk akal untuk menyebutnya terlibat dalam pengaturan penyadapan, mengingat ia sendiri mengklaim menjadi salah satu korban dari tindakan tersebut.

“Jadi ingin mereka mau membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” tegas Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga menolak segala informasi yang menyebutkan bahwa dirinya hadir dalam rapat bersama sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam penyadapan sebelum penangkapan para jenderal tersebut.

Kapolri Suyudi Bertemu Dua Mantan Kapolri Terkait Kasus Penyadapan Prabowo

Ia menantang pihak yang menyebarkan kabar tersebut untuk mengungkapkan siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu. Bahlil menyatakan bahwa ia tidak pernah mengikuti rapat seperti yang telah dipublikasikan.

“Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

Bahlil berpendapat bahwa penyebaran isu yang mengaitkan dirinya dengan penyadapan telah melampaui batas dalam konteks kebebasan berpendapat di negara demokrasi. Ia menggambarkan tuduhan ini sebagai isu murahan yang dapat mengguncang legitimasi Partai Golkar.

Menurutnya, tuduhan itu berpotensi menjadi upaya untuk memecah belah partai di saat Golkar sedang melakukan konsolidasi organisasi. “Abu leke (omong kosong) kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu,” tuturnya.

Dalam langkah yang lebih lanjut, Bahlil juga menuntut agar mereka yang menyebarkan informasi tersebut untuk segera memberikan klarifikasi dan membuktikan pernyataan yang telah dibuat. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki asal-usul informasi yang mengaitkan namanya dengan dugaan penyadapan Presiden Prabowo.

Arti Abuleke: Istilah Lokal yang Diucapkan Bahlil Terkait Isu Penyadapan

Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyadapan ini, termasuk dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindakan ilegal tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan