Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Penerima Aliran Data Hasil Penyadapan Prabowo Terungkap, Siapa Saja?

Penerima Aliran Data Hasil Penyadapan Prabowo Terungkap, Siapa Saja?

Penerima Aliran Data Hasil Penyadapan Prabowo Terungkap, Siapa Saja?

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji berpendapat bahwa terdapat motif lain di balik kasus penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto serta beberapa tokoh penting lainnya. Menurut Susno, upaya penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri tidak seharusnya hanya berfokus pada identifikasi pelaku penyadapan.

Aparat penegak hukum juga perlu melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap aliran informasi atau rekaman yang dihasilkan dari penyadapan tersebut, guna memahami siapa yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Pandangan ini disampaikan oleh Susno dalam Podcast Jurnalisik Inilah.com yang dirilis pada Jumat (6/11/2026). Ia menekankan bahwa praktik penyadapan yang berkaitan dengan penegakan hukum seharusnya memiliki batasan waktu dan sasaran yang jelas.

“Ya wajarnya merekam itu kan kalau kepentingan penegakan hukum ya satu orang, dua orang, ya nggak banyak ya. Dan tidak lama itu merekam itu ya, paling setengah bulan, satu bulan kalau kepentingan itu kan biasanya,” ungkap Susno.

Susno membandingkan situasi ini dengan dugaan penyadapan yang terjadi dalam kasus yang melibatkan sejumlah petinggi Polri. Dalam penilaiannya, penyadapan yang berlangsung selama lebih dari dua tahun serta menyasar banyak individu menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan dari pengumpulan dan penggunaan informasi tersebut.

“Kalau ini kan, selama dua tahun sekian banyak orang gitu. Ini kan dari situ aja tidak wajar ya. Kemudian publik bertanya, ke mana informasi ini mengalir?” tegasnya.

Istana Waspadai Ancaman Penyadapan Usai Kasus Prabowo, Prasetyo: Terus Lakukan Bersih-Bersih

Susno meyakini bahwa penyadapan tersebut tidak hanya berhubungan dengan kepentingan para jenderal yang saat ini menjadi tersangka. Ia berpendapat penting bagi penyidik untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap informasi hasil penyadapan ini.

“Nah, saya yakin ini bukan hanya untuk kepentingan para jenderal ini. Tapi ada kepentingan lain, yang kita tunggu siapa itu,” ujarnya.

Dengan alasan tersebut, Susno mendorong penyidik untuk menelusuri siapa yang menjadi pengguna akhir atau penerima dari rekaman tersebut. Penelusuran aliran informasi dirasa sangat penting untuk mengetahui apakah rekaman hasil penyadapan hanya disimpan oleh pihak yang melakukan operasi atau justru diteruskan kepada pihak lain yang memiliki kepentingan.

Walaupun menyampaikan dugaan ini, Susno mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai siapa yang menjadi aktor di balik kasus ini. Proses penyidikan yang sedang berlangsung perlu dihormati dan diikuti dengan seksama, tanpa adanya prasangka yang dapat merugikan pihak tertentu.

Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum, serta perlunya menjaga integritas penyidikan agar tidak tercemar oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan menjaga objektivitas dalam penyelidikan, diharapkan kebenaran dapat terungkap tanpa adanya intervensi yang merusak.

PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu Mulai 2027

Dengan demikian, kasus penyadapan ini mengundang perhatian publik yang besar, dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang sesungguhnya berada di balik semua ini. Pertanyaan tentang kemana aliran informasi ini mengalir dan siapa saja yang berperan dalam proses tersebut menjadi hal yang penting untuk ditelusuri lebih lanjut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan