Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia dengan mengedepankan alih pengetahuan dan teknologi dalam operasional kereta cepat Whoosh. Pernyataan ini disampaikan saat perayaan HUT ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan HUT ke-3 operasional Whoosh.
Afriansyah menegaskan bahwa transfer pengetahuan dari tenaga kerja Tiongkok kepada pekerja Indonesia sangat penting. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan teknis, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung kemandirian operasional kereta cepat di masa mendatang.
“Kemnaker terus berkolaborasi dengan KCIC karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Ke depan, kualitas pelayanan dan perhatian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus terus ditingkatkan,” kata Afriansyah. Ia menggarisbawahi bahwa pengembangan pelayanan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan profesional.
Ia mengapresiasi ketepatan waktu layanan Whoosh, namun menambahkan bahwa pencapaian dalam teknologi transportasi harus diimbangi dengan kompetensi sumber daya manusia yang memadai, profesionalisme yang tinggi, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat.
Afriansyah menekankan bahwa modernisasi transportasi tidak bisa terpisah dari peningkatan kualitas tenaga kerja nasional. Kerjasama antara pemerintah dan KCIC diharapkan dapat memperluas transfer keahlian, sehingga pekerja Indonesia semakin siap untuk mengambil peran strategis dalam pengoperasian kereta cepat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapannya agar jaringan kereta cepat dapat berkembang hingga menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Perluasan konektivitas ini dinilai mampu mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Selamat ulang tahun dan sukses untuk KCIC. Semoga momentum ini memperkuat semangat untuk terus meningkatkan pelayanan dan berkontribusi besar bagi kemajuan transportasi nasional,” ujarnya.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan budaya K3, serta alih teknologi menjadi aspek yang sangat krusial dalam mendukung keberlanjutan industri transportasi. Upaya ini juga bertujuan untuk memperbesar kontribusi tenaga kerja Indonesia dalam pengoperasian infrastruktur strategis nasional.
Dalam konteks ini, penting untuk diingat bahwa keberhasilan dalam sektor transportasi tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur yang ada, tetapi juga pada kualitas dan kemampuan sumber daya manusia yang terlibat. Dengan adanya kerjasama yang erat antara berbagai pihak, diharapkan Indonesia dapat menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan aman.
Ke depan, strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja harus menjadi fokus utama. Hal ini mencakup pelatihan dan pendidikan yang memadai, serta penerapan praktik baik dalam dunia kerja. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.



Komentar