Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Profil Panglima Jilah, Pemimpin TBBR yang Mengundang Jokowi ke Acara Adat Dayak

Profil Panglima Jilah, Pemimpin TBBR yang Mengundang Jokowi ke Acara Adat Dayak

Profil Panglima Jilah, Pemimpin TBBR yang Mengundang Jokowi ke Acara Adat Dayak

Panglima Jilah, pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), kembali menarik perhatian publik setelah melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kediamannya. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, dan bertujuan untuk mengundang Jokowi menghadiri acara adat besar Bahau Bide Bahana Bangkule Rajakng yang akan diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Kalimantan.

Panglima Jilah menyatakan bahwa acara tersebut merupakan momen penting bagi masyarakat Dayak, dengan perkiraan kehadiran mencapai 20.000 orang. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jokowi dalam acara itu tidak berkaitan dengan agenda politik mantan presiden tersebut.

“Ini khusus acara adat saja. Tidak ada sangkut-pautnya dengan agenda Bapak (Jokowi) keliling. Ini memang khusus acara adat,” tegas Jilah.

Menurut Panglima Jilah, undangan kepada Jokowi didasarkan pada kedekatannya dengan masyarakat Dayak. Ia menyebutkan bahwa pembangunan yang dilakukan Jokowi selama masa kepresidenannya menjadi alasan utama mengapa masyarakat Dayak memiliki perhatian dan rasa cinta yang besar terhadap mantan presiden tersebut.

Jilah juga menambahkan bahwa Jokowi telah mengonfirmasi kehadirannya untuk menghadiri acara adat tersebut, yang tentunya menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang menantikan pertemuan besar itu.

Profil Ahmad Vahidi: Panglima Baru IRGC yang Ditetapkan oleh Ayatollah Mojtaba Khamenei

Panglima Jilah, yang memiliki nama asli Agustinus Jilah, lahir pada 19 Agustus 1980 di Toho, Desa Sambora, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Dayak yang memimpin TBBR, sebuah organisasi yang berperan penting dalam memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat adat, terutama terkait masalah tanah dan ruang hidup.

Keberadaan Panglima Jilah di masyarakat bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai simbol perjuangan. Ia memiliki keterampilan dalam seni bela diri tradisional Dayak, yang semakin menambah kharisma dan identitasnya sebagai seorang pemimpin. Penampilan fisiknya yang dipenuhi tato khas Dayak mencerminkan warisan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.

Walaupun perjalanan hidupnya penuh tantangan, termasuk mengalami kesulitan berbicara pada masa kecil, Jilah mampu mengatasi rintangan tersebut. Ia kini dikenal sebagai orator ulung yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi anggota Pasukan Merah.

Dalam menjalankan tugasnya di TBBR, Panglima Jilah menekankan pentingnya keberanian dan kerendahan hati. Ia meyakini bahwa anggota Pasukan Merah tidak hanya perlu memiliki kemampuan fisik yang mumpuni, tetapi juga harus menegakkan kebenaran, menghindari sikap radikal, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima Jilah adalah sosok yang berkomitmen untuk melestarikan budaya Dayak serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. Dengan semangat juang dan dedikasi yang tinggi, ia menjadi panutan dan inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin melanjutkan perjuangan untuk tanah dan kebudayaan mereka.

14 Daerah yang Menawarkan Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus 2026

Melalui pertemuan dengan Jokowi, Panglima Jilah berharap dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat, serta meningkatkan perhatian terhadap isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat Dayak. Acara adat yang akan datang diharapkan menjadi momentum untuk merayakan budaya dan memperkuat identitas masyarakat Dayak di tingkat nasional.

Dengan langkah ini, Panglima Jilah tidak hanya berfokus pada acara tersebut, tetapi juga berusaha menciptakan dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat adat demi kebaikan bersama di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan