Viral
Beranda / Viral / KNKT Ungkap Percakapan Masinis dan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL

KNKT Ungkap Percakapan Masinis dan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL

KNKT Ungkap Percakapan Masinis dan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkapkan adanya masalah komunikasi antara masinis dan petugas Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKP) sebelum terjadinya kecelakaan antara KA Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Temuan ini menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dalam operasional kereta api.

Kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026 ini melibatkan KA Anggrek, yang dikenal sebagai KA 4B, dan KRL KA 5568A. Akibat dari insiden tragis ini, sebanyak 16 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 107 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam hasil investigasi yang dilakukan oleh KNKT, terungkap bahwa ada dua kecelakaan yang terjadi dalam waktu yang berdekatan. Sebelum KA Anggrek bertabrakan dengan KRL, KRL KA 5181B juga mengalami kecelakaan dengan taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera. Kejadian-kejadian ini menunjukkan adanya kekhawatiran akan keselamatan di jalur kereta api.

KNKT mencatat bahwa komunikasi mengenai kecelakaan pertama tidak berjalan dengan baik. Petugas PPKP Selatan mengalami kesulitan dalam mendengar suara masinis KRL secara jelas. Temuan ini menjadi sorotan penting bagi keselamatan transportasi kereta api, di mana komunikasi yang jelas dan cepat menjadi hal yang sangat krusial.

Selain itu, penggunaan speaker di ruang kendali juga dijelaskan sebagai salah satu penyebab gangguan suara, yang membuat proses komunikasi menjadi lebih lambat dari yang seharusnya. Hal ini menunjukkan bahwa peralatan komunikasi yang digunakan harus dapat mendukung kelancaran komunikasi antara masinis dan petugas pengendali.

BSU 2026: Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Cek Jadwal dan Caranya!

Dalam rekaman yang ditranskripsikan oleh KNKT, terdapat beberapa momen di mana petugas meminta masinis untuk mengulangi laporan yang disampaikan. Salah satu contohnya, petugas PPKP Selatan meminta, “Repeat kembali, terima PK modulasi kurang sempurna pak,” kepada masinis KA 5181B. Permintaan ini menunjukkan bahwa informasi yang diterima tidak cukup jelas, yang dapat berakibat fatal dalam situasi darurat.

Insiden ini menggugah kesadaran akan pentingnya perbaikan dalam sistem komunikasi di antara para petugas kereta api. KNKT merekomendasikan agar dilakukan peninjauan terhadap perangkat dan prosedur komunikasi yang ada, untuk memastikan bahwa semua informasi dapat disampaikan dengan tepat waktu dan jelas. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan penumpang tetapi juga keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasional kereta api.

Kecelakaan ini juga menyoroti perlunya pelatihan dan pengujian yang lebih baik bagi semua petugas yang terlibat dalam pengendalian perjalanan kereta api. Dengan adanya pelatihan yang memadai, diharapkan setiap petugas dapat berkomunikasi dengan efisien dan efektif dalam situasi darurat. Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama yang harus selalu menjadi prioritas utama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan