Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan mengenai insiden penembakan yang menewaskan anggota Direktorat Polisi Udara Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai. Kejadian tersebut terjadi di Markas Komando Polairud Pondok Cabe, yang terletak di Tangerang Selatan.
Namun, Sigit memilih untuk tidak berkomentar lebih dalam tentang kasus berujung tragis yang menimpa Laurentius. Ia menegaskan bahwa posisinya saat ini bukan lagi sebagai pimpinan di kepolisian.
“Polisi, aku sudah bukan polisi,” ungkap Sigit saat ditemui oleh wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika media meminta pendapatnya mengenai penembakan yang melibatkan rekan sesama anggota kepolisian.
Insiden penembakan tersebut terjadi pada Jumat pagi, di Mako Polairud Pondok Cabe, sekitar pukul 05.30 WIB. Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, korban dalam kasus ini, meninggal dunia setelah ditembak oleh juniornya yang bernama Bharada Andika Rahmadani.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dua anggota kepolisian dan terjadi di lingkungan markas. Banyak laporan media yang mengangkat isu dugaan perundungan atau bullying sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya insiden tersebut.
Namun, motif tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyidikan. Dengan demikian, tidak dapat dipastikan bahwa motif penembakan hanya berdasarkan informasi awal yang beredar.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Bharada Andika Rahmadani telah ditangkap dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Budi menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi dalam kasus ini. “Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Budi dalam keterangannya.
Dia juga menegaskan bahwa Polda Metro Jaya akan menangani kasus ini dengan sikap profesional, objektif, dan akuntabel. Kepolisian berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah diverifikasi.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan mengundang banyak pertanyaan mengenai keselamatan serta etika di lingkungan kepolisian. Penembakan di dalam lembaga yang seharusnya menjaga keamanan ini menambah kekhawatiran masyarakat tentang kondisi internal di tubuh kepolisian.
Sementara itu, masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, sementara penyidik terus menggali informasi dan jelasnya motif di balik penembakan tersebut. Penanganan yang transparan dan akuntabel sangat diharapkan agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.



Komentar