Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Raja Juli Antoni Dikritik Politisi Gelora Soal Penanganan Karhutla dan Kinerja Menhut yang Lamban

Raja Juli Antoni Dikritik Politisi Gelora Soal Penanganan Karhutla dan Kinerja Menhut yang Lamban

Raja Juli Antoni Dikritik Politisi Gelora Soal Penanganan Karhutla dan Kinerja Menhut yang Lamban

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda berbagai daerah di Indonesia menarik perhatian Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Belakangan, Menhut Raja Juli Antoni dikritik karena dianggap tidak memiliki pemahaman yang cukup dalam menangani masalah Karhutla.

Kritik tersebut diungkapkan oleh Rully Syumanda, seorang Politisi dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora).

Rully menyampaikan pendapatnya dalam sebuah siniar berjudul Gelora Talks yang membahas tema ‘Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla? Dibakar, Terbakar atau Dibakar?’. Siniar ini ditayangkan di kanal YouTube Gelora TV pada Kamis (27/8/2026).

Dalam diskusi tersebut, Rully, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, menegaskan bahwa seharusnya Menhut Raja Juli Antoni dapat melakukan antisipasi terhadap bencana Karhutla jauh sebelumnya.

Menhut Raja Juli Antoni Dapat Kritik Keras Terkait Karhutla, Sekda Sintang Minta Tindakan Segera!

Ia menjelaskan bahwa langkah mitigasi pencegahan seharusnya bisa dipersiapkan dengan baik mengingat fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino Godzilla telah diprediksi akan terjadi di Indonesia.

Namun, menurut Rully, tindakan yang diambil oleh Menhut Raja Juli Antoni terkesan lambat dan baru dilakukan setelah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang lebih dulu terlibat langsung dalam upaya penanganan Karhutla.

Saat ini, kebakaran hutan sudah terjadi dan para petugas pemadam kebakaran sedang berjuang untuk memadamkan api yang melahap area hutan di berbagai lokasi di Indonesia.

Keadaan ini tentunya menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan lingkungan, terutama mengingat dampak luas yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.

Upaya untuk mengatasi Karhutla memang memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat. Edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pun harus menjadi prioritas agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.

Mutasi Polri Agustus 2026: Daftar Pejabat Baru dan Perubahan Posisi

Rully mengajak semua pihak untuk lebih serius menangani masalah ini, karena bencana kebakaran hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Setiap individu diharapkan berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membakar lahan secara sembarangan.

Keberhasilan dalam penanganan Karhutla di Indonesia sangat tergantung pada komitmen dan kerjasama antara semua stakeholder. Dengan langkah yang tepat dan cepat, diharapkan bencana serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan