Ekonomi rakyat yang digerakkan oleh UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil memiliki peranan sangat signifikan dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Dalam menghadapi tantangan modernisasi, generasi muda diharapkan bisa berkontribusi dengan menghadirkan inovasi serta membuka peluang baru.
Pesan ini disampaikan dalam Lomba Pidato AHY Muda. Salah satu peserta, Aula Sania, siswa kelas X di SMK Terpadu Nurul Quran, mengangkat tema “Ekonomi Rakyat dan Peluang Generasi Muda” dalam pidatonya. Dalam presentasinya, Aula mengajak masyarakat untuk tidak melihat ekonomi rakyat sebagai sektor yang lemah atau sekadar usaha pinggiran.
Menurut Aula, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil sesungguhnya memainkan peranan vital dalam mempertahankan perekonomian masyarakat. “Jangan bayangkan ekonomi rakyat sebagai sektor yang lemah. Jangan anggap itu hanya usaha pinggiran,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa ekonomi rakyat memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. “Ekonomi rakyat, para pelaku UMKM, petani, nelayan, dan juga pedagang kecil, dialah benteng pertahanan terakhir yang menyelamatkan Republik ini dari kehancuran,” ujar Aula.
Namun, Aula mempertanyakan masa depan ekonomi rakyat di tengah pesatnya perubahan teknologi dan modernisasi. Ia menganggap kondisi ini sebagai momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif. “Di sinilah generasi muda harus mengambil peran. Ini bukan lagi soal pilihan, melainkan tanggung jawab sejarah,” tegasnya.
Aula kemudian menyampaikan tiga strategi penting yang perlu diterapkan untuk memperkuat ekonomi rakyat. Strategi pertama adalah memangkas batas pasar melalui digitalisasi. Menurutnya, produk lokal, hasil pertanian, dan kerajinan masyarakat harus terintegrasi ke dalam ekosistem digital melalui berbagai platform perdagangan elektronik agar memiliki akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Produk lokal kita memiliki kualitas juara. Produk petani dan kerajinan lokal masuk ke dalam ekosistem digital, e-commerce, hingga menembus pasar internasional,” ujar Aula, menekankan pentingnya pemasaran digital.
Strategi kedua yang diusulkan adalah memberikan inovasi nilai tambah. Aula mengingatkan pentingnya agar hasil bumi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah dengan harga yang rendah. “Jangan biarkan hasil bumi kita dijual murah. Naikkan branding-nya, ciptakan inovasi produk tanpa menghilangkan kearifan lokal,” katanya.
Menurut Aula, kemampuan untuk mengembangkan produk sekaligus mempertahankan identitas lokal akan menjadi kekuatan dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa produk yang memiliki nilai tambah akan lebih diminati dan memberikan manfaat lebih besar bagi para pelakunya.
Strategi ketiga melibatkan dorongan bagi generasi muda untuk menjadi social planner yang berani. Aula mengajak anak muda untuk mengubah pola pikir dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan demikian, generasi muda dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi rakyat, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan semangat dan kreativitas yang dimiliki, generasi muda diharapkan mampu membawa ekonomi rakyat menuju arah yang lebih baik, serta berperan aktif dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Upaya ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan demi keberlanjutan masyarakat dan bangsa.



Komentar