Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menegaskan bahwa Timnas Indonesia akan tetap melanjutkan pertandingan FIFA Matchday pada November 2026 di luar negeri, meskipun ada kemungkinan laga melawan Yordania dibatalkan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta komitmen awal yang sudah disepakati bersama pelatih John Herdman.
Sebelumnya, PSSI telah melakukan koordinasi dengan pihak Yordania untuk menyelenggarakan pertandingan di negara tersebut. Namun, situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah memaksa federasi untuk mengevaluasi kembali rencana keberangkatan skuad Garuda.
Erick menyatakan bahwa kepastian mengenai laga melawan Yordania akan diumumkan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Apabila pertandingan tersebut dibatalkan, PSSI akan terus mencari alternatif lain untuk menggelar pertandingan di luar negeri.
Erick juga mengonfirmasi bahwa Timnas Indonesia tidak akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada FIFA Matchday bulan November 2026. Hal ini disebabkan oleh proses perawatan rumput stadion yang sedang berlangsung, serta fakta bahwa stadion tersebut sudah disewa untuk berbagai acara lainnya pada bulan tersebut.
“Menurut saya, kemungkinan bermain di kandang sendiri saat ini tidak memungkinkan,” ungkap Erick. “Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang menjalani perawatan besar-besaran. Selain itu, ada beberapa acara besar yang harus kita dukung bersama,” tambahnya saat berbicara kepada awak media.
Dengan kondisi tersebut, PSSI dihadapkan pada tantangan untuk mencari lokasi alternatif di luar negeri jika pertandingan melawan Yordania tidak dapat dilaksanakan.
Sampai saat ini, Erick belum mengungkapkan negara atau tim yang berpotensi menjadi lawan pengganti Yordania. Ia mengindikasikan perlunya diskusi lebih lanjut dengan John Herdman untuk menentukan opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan tim.
Erick menjelaskan bahwa pertandingan di luar negeri merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter pemain. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu skuad Garuda beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional dan meningkatkan pengalaman mereka di level global.
“Memang sudah ada komitmen bahwa tim nasional akan bermain di luar negeri pada bulan November,” sebutnya. Dengan demikian, PSSI tetap optimis dalam persiapan mereka untuk menghadapi tantangan di laga internasional meskipun kondisi yang ada saat ini menuntut fleksibilitas dalam perencanaan.
Keputusan untuk menggelar pertandingan di luar negeri juga dapat dimaknai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas permainan serta mentalitas tim. Dengan bertanding di berbagai negara, para pemain diharapkan dapat belajar dan menyesuaikan diri dengan berbagai gaya bermain dan budaya sepak bola yang berbeda.
Melihat perkembangan terbaru ini, semua mata kini tertuju pada PSSI dan pelatih John Herdman untuk melihat klarifikasi lebih lanjut terkait pertandingan mendatang. Apakah laga melawan Yordania akan tetap dilanjutkan atau PSSI akan menemukan lawan alternatif, hanya waktu yang akan menjawab.



Komentar