Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Profil Ratna Sari Dewi Soekarno: Istri Bung Karno yang Meriahkan HUT RI ke-81 di Istana

Profil Ratna Sari Dewi Soekarno: Istri Bung Karno yang Meriahkan HUT RI ke-81 di Istana

Profil Ratna Sari Dewi Soekarno: Istri Bung Karno yang Meriahkan HUT RI ke-81 di Istana

Ratna Sari Dewi Soekarno kembali mencuri perhatian publik saat hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026. Sebagai istri dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kehadirannya mengundang rasa ingin tahu, mengingat perannya dalam sejarah bangsa.

Dewi Soekarno tampil anggun mengenakan kebaya putih yang dihiasi motif renda, dipadukan dengan kain batik berwarna cokelat kemerahan. Penampilannya semakin sempurna dengan aksesori bros di bagian dada dan anting-anting yang menambah kesan elegan.

Namun, siapa sebenarnya Ratna Sari Dewi Soekarno, dan bagaimana kisah hidupnya yang membawanya menjadi bagian dari sejarah Soekarno?

Dewi Soekarno, yang lahir di Tokyo, Jepang pada 6 Februari 1940, memiliki nama asli Naoko Nemoto. Ia adalah istri keenam dari Presiden Soekarno. Latar belakang kehidupannya berasal dari keluarga sederhana, di mana kedua orangtuanya bekerja sebagai pekerja konstruksi migran di Jepang. Sebagai anak ketiga, situasi ekonomi yang sulit memaksanya untuk mulai bekerja sejak usia muda.

Sebelum dikenal luas, Dewi pernah berkarir sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa yang berlokasi di Chiyoda, Tokyo. Meski sibuk dengan pekerjaan, ia memiliki minat yang besar terhadap seni dan sastra, yang membawanya untuk mendalami berbagai bidang seni, termasuk tari klasik Jepang, menyanyi, dan drama. Ia juga aktif tampil di berbagai pertunjukan di Tokyo dan bekerja paruh waktu di hotel-hotel setempat.

Gempa M6,1 Mengguncang Nias Selatan, Getaran Terasa Hingga Sumbar

Perjumpaan antara Dewi Soekarno dan Bung Karno tidak lepas dari hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Soekarno sendiri beberapa kali mengunjungi Jepang, salah satunya pada Juni 1959. Dalam berbagai narasi yang beredar, terdapat dua versi berbeda tentang tempat mereka pertama kali bertemu. Salah satu versi menyebutkan bahwa mereka bertemu di Copacabana Super Club, sementara versi lainnya mengklaim pertemuan itu terjadi di Hotel Imperial.

Di usia 19 tahun, Dewi diundang oleh Soekarno untuk datang ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada 14 September 1959. Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, mereka akhirnya menikah pada 3 Maret 1962. Pernikahan tersebut dilangsungkan secara agama Islam, di mana Naoko Nemoto resmi dikenal dengan nama Ratna Sari Dewi Soekarno. Dari pernikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada 11 Maret 1967.

Sejak saat itu, Dewi Soekarno mulai terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya di Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol dari hubungan yang erat antara Indonesia dan Jepang. Selain peranannya sebagai seorang ibu, Dewi juga aktif dalam dunia seni dan budaya, yang menjadi minatnya sejak lama.

Dalam perjalanan hidupnya, Dewi Soekarno tidak hanya menjadi pendamping Bung Karno, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah bangsa. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang terjadi di Indonesia selama masa kepemimpinan Soekarno. Dengan latar belakang yang kaya dan perjalanan hidup yang penuh warna, Ratna Sari Dewi Soekarno terus menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang.

Perpres Ojol 2026 Disahkan, Aturan Baru Juga Melibatkan Aspek Lain Selain Pengemudi Penumpang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan