Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Profil Antea Putri Turk, Cicit W.R. Soepratman yang Berpenampilan Anggun di Istana pada HUT ke-81 RI

Profil Antea Putri Turk, Cicit W.R. Soepratman yang Berpenampilan Anggun di Istana pada HUT ke-81 RI

Profil Antea Putri Turk, Cicit W.R. Soepratman yang Berpenampilan Anggun di Istana pada HUT ke-81 RI

Antea Putri Turk tampil dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada Senin, 17 Agustus. Penampilannya menjadi sorotan karena ia memiliki hubungan langsung dengan W.R. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam acara tersebut, Antea menghibur masyarakat yang hadir di jamuan rakyat di lapangan tengah Kompleks Istana Kepresidenan. Ia membawakan beberapa lagu, di antaranya Indonesia Pusaka, yang semakin menambah suasana kebangsaan dalam merayakan kemerdekaan.

Menariknya, Antea sebelumnya dikenal dengan penampilannya yang membawakan Indonesia Raya dalam versi tiga stanza. Ia tidak hanya menyanyikan lagu tersebut, tetapi juga memainkan biola dengan gaya seriosa yang khas.

W.R. Soepratman pertama kali memperkenalkan lagu Indonesia Raya dengan biola pada Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 28 Oktober 1928, di Jalan Kramat 106, Jakarta, yang kini berfungsi sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Antea Putri Turk lahir pada 20 Desember 2008, putri dari dr. Dario Turk dan Endang Wahyuningsih Josoprawiro. Ia merupakan generasi kelima dari garis keturunan Ngadini Soepratini, yang dikenal sebagai kakak kandung W.R. Soepratman.

Pelajar Pacitan Ajak Anak Muda Jadi Pencipta Peluang, Bukan Hanya Konsumen

Karena koneksi ini, Antea sering disebut sebagai cicit buyut W.R. Soepratman. Namun, perlu dijelaskan bahwa sebutan tersebut kurang tepat, mengingat W.R. Soepratman tidak menikah dan tidak memiliki keturunan langsung. Hubungan Antea dengan pencipta lagu kebangsaan ini berasal dari garis keluarga kakak kandungnya.

Minat Antea dalam musik dimulai sejak ia berusia lima tahun. Ia menguasai berbagai instrumen, termasuk biola, piano, dan gitar, serta memiliki suara soprano yang memukau. Berkat kemampuannya, Antea berhasil menjadi soprano soloist di The Resonanz Children’s Choir (TRCC).

Dalam kelompok paduan suara tersebut, Antea meraih sejumlah prestasi di berbagai kompetisi internasional, termasuk di Italia pada tahun 2023, serta di Austria dan Spanyol yang dijadwalkan pada tahun 2024.

Selain berfungsi sebagai penyanyi, Antea juga aktif dalam memperkenalkan dan melestarikan karya-karya W.R. Soepratman yang mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas. Bersama ayahnya, ia rajin menelusuri arsip dan peninggalan sang komponis.

Dari penelusuran tersebut, ditemukan beberapa karya penting seperti Indonesia Tjantik dan Indonesia Hai Ibuku, yang semakin memperkaya khazanah musik Indonesia. Melalui dedikasi dan upayanya, Antea berkontribusi dalam memastikan bahwa karya-karya W.R. Soepratman tetap hidup dan dihargai oleh generasi mendatang.

Makna Busana Presiden Prabowo di Upacara HUT ke-81 RI: Dari Songket hingga Melati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan