Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Makna Busana Presiden Prabowo di Upacara HUT ke-81 RI: Dari Songket hingga Melati

Makna Busana Presiden Prabowo di Upacara HUT ke-81 RI: Dari Songket hingga Melati

Makna Busana Presiden Prabowo di Upacara HUT ke-81 RI: Dari Songket hingga Melati

Presiden Prabowo Subianto tampil dengan busana berunsur tradisional saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung pada Senin. Pilihan busana ini lebih dari sekadar gaya; perpaduan elemen Melayu, kain songket, peci hitam, serta hiasan bunga melati putih membawa nuansa identitas dan budaya bangsa ke dalam arena kenegaraan.

Pakar mode dan salah satu pendiri Indonesian Fashion Chamber (IFC), Lisa Fitria, mengemukakan bahwa penggunaan songket memiliki peran vital dalam memperkuat identitas Nusantara pada penampilan Presiden. “Penggunaan songket pada busana Presiden menurut saya menjadi elemen penting yang memperkuat identitas Nusantara dalam penampilan kenegaraan,” ungkap Lisa.

Pada upacara tersebut, Prabowo mengenakan busana Melayu yang didominasi warna biru tua. Busana ini terdiri dari atasan berkerah tegak, celana serasi, peci hitam, serta kain sampin atau songket yang memiliki nuansa marun kecokelatan dengan aksen keemasan. Kain sampin ini menjadi salah satu elemen yang paling mencolok dalam penampilannya. Penggunaan benang emas atau tembaga pada songket memberikan kesan kemuliaan, kehormatan, dan kemakmuran yang kuat.

Motif yang berulang dan teratur pada kain tersebut dapat diartikan sebagai simbol dari keteraturan, keseimbangan, tata krama, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat. Menurut Lisa, karakter hiasan pada kain yang dikenakan oleh Prabowo memiliki kedekatan yang signifikan dengan tradisi songket Melayu-Sumatra, khususnya karakter visual songket Palembang. Ciri khas ini terlihat dari motif geometris, ornamen flora, serta pola pucuk pada bagian tepi.

Secara filosofis, motif geometris memberikan kesan keteraturan dan keseimbangan, sementara unsur flora mencerminkan kehidupan, keindahan, serta kemakmuran. Di sisi lain, motif pucuk rebung memiliki makna pertumbuhan, harapan, dan kemajuan.

Pelajar Pacitan Ajak Anak Muda Jadi Pencipta Peluang, Bukan Hanya Konsumen

Prabowo tidak mengenakan pakaian adat secara keseluruhan. Sebaliknya, sejumlah elemen wastra Nusantara diinterpretasikan ke dalam busana kenegaraan yang lebih modern. Atasan berkerah tegak yang dipadukan dengan peci serta kain songket menciptakan tampilan yang tetap sederhana, rapi, dan formal.

Karakter busana Melayu yang longgar dan tertutup juga merefleksikan nilai kesopanan, kerendahan hati, religiositas, dan penghormatan terhadap orang lain. Penggunaan songket dalam konteks acara kenegaraan menunjukkan bahwa warisan tekstil Indonesia masih memiliki relevansi dalam kepemimpinan modern.

Penampilan Prabowo ini bukan hanya sekadar pilihan fashion, melainkan juga pernyataan akan pentingnya melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman. Melalui gaya berbusana yang mencerminkan identitas budaya, Presiden Prabowo Subianto berhasil menegaskan bahwa nilai-nilai tradisional tetap hidup dan relevan dalam konteks pemerintahan saat ini. Dalam suasana perayaan kemerdekaan, penekanan pada warisan budaya menjadi simbol bahwa Indonesia menghargai masa lalu sembari melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan